Band SISITIPSI Sempat Gunakan Nama Flyover di Awal Kemunculannya

Kompas.com - 12/02/2019, 18:14 WIB
Personel grup band SISITIPSI berpose usai mengisi program Selebrasi (Selebritas Beraksi) di Studio 1 Menara Kompas, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (12/02/2019). Dalam program ini SISITIPSI menyanyikan tiga buah lagu yang berjudul Aroma Dia, Paling Bisa dan Masih Kurang.KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI Personel grup band SISITIPSI berpose usai mengisi program Selebrasi (Selebritas Beraksi) di Studio 1 Menara Kompas, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (12/02/2019). Dalam program ini SISITIPSI menyanyikan tiga buah lagu yang berjudul Aroma Dia, Paling Bisa dan Masih Kurang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Grup musik SISITIPSI hadir mewarnai belantika musik Tanah Air dengan musik dan liriknya yang khas.

Grup musik yang berdiri pada Maret 2014 ini, mengandalkan musik yang banyak mengadopsi pattern jazz dengan lirik kehidupan sehari-hari yang 'nakal'.

Vokalis Fauzan Lubis atau yang akrab disapa Ojan, bercerita bahwa pada awal berdiri nama grup band mereka bukanlah SISITIPSI.

"Awalnya nama band kamiitu Flyover ha-ha-ha, simpel kan. Itu selintas saja pas mau manggung acara teater di kampus," ucap Ojan kepada Kompas.com saat bertandang ke Menara Kompas, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (12/2/2019).

Baca juga: SISITIPSI Awali Selebrasi dengan Aroma Dia

Penggunaan nama Flyover, kata Ojan, sempat berlangsung cukup lama sampai mereka berniat untuk serius melanjutkan band ini. Nama SISITIPSI mulai digunakan sebagai nama band justru ketika mereka berencana menggarap album perdana.

"Jadi kami pengin fokus bikin album, terus kepikiran ganti nama yang lebih filosofis gitu, tapi filosofis ala kami," ungkap Ojan.

Ojan menuturkan bahwa nama SISITIPSI diambil dari bahasa slang di kampus mereka saat itu.

"SISITIPSI itu bahasa slang yang artinya CCTV, bahasa slang dari kampus kita IKJ, nah kita mengartikan musik kita seperti CCTV, melihat sekitar secara jujur, apa adanya, orang bilang musik kami nakal, tapi kami tuh jujur, bukan nakal," pungkasnya.

Band yang merupakan para mahasiswa lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ini, telah memiliki dua buah album yakni 73% (2015) dan ML "Minta Lagi" (2018).



Close Ads X