Sebenarnya Lucky Hakim dan Dini Sempat Sepakat Berdamai

Kompas.com - 15/02/2019, 19:22 WIB
Artis peran Lucky Hakim (kedua kanan) bersama Gusti Randa (kanan) didampingi tim kuasa hukum ditemui saat jumpa pers di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (15/2/2019). KOMPAS.com/ANDIKA ADITIAArtis peran Lucky Hakim (kedua kanan) bersama Gusti Randa (kanan) didampingi tim kuasa hukum ditemui saat jumpa pers di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (15/2/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Artis sinetron Lucky Hakim mengatakan bahwa ia dan mantan mitra kerjanya Dini Novianti, sebenarnyya telah sepakat berdamai. 

Menurut Lucky, karena hal itu ia mencabut laporan terhadap Dini dengan dugaan kasus penggelapan uang sebesar Rp 8,8 miliar.

"Laporan penggelapan sudah kami cabut, karena sudah damai dengan kami. Dia (Dini) berjanji akan membayar, nah, pas tanggal jatuh tempo, kita cek lagi," ucap Lucky saat ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (15/2/2019).

Akan tetapi, Lucky merasa heran dengan sikap kooperatif Dini yang tiba-tiba berubah dan malah balik melaporkannya dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Baca juga: Lucky Hakim Bantah Tuduhan Mantan Mitra Kerjanya

Padahal, kata Lucky, dia sudah memberikan tenggat waktu yang cukup lama bagi Dini untuk menuntaskan persoalan yang belum selesai.

"Kita kasih waktu lagi tiga hari ini lah, apakah diteruskan atau gimana. Dia bilang dia akan bayar 25 Maret 2019," ucap Lucky.

Sementara, menurut kuasa hukum Lucky, Jamaludin Fakaubun, Dini dianggap tidak kooperatif setelah dia dianggap memberikan data dan alamat palsu.

"Kami minta selesaikan di kantor polisi, tapi dia takut dan enggak mau. Dia cuma minta maaf dan belum mau menemui kami. Bu Dini juga memberikan alamat fiktif dalam data domisili," ungkap Jamaludin saat ditemui di lokasi yang sama.

Atas hal itu, Lucky dan kuasa hukumnya sedang mempertimbangkan untuk melaporkan kembali Dini ke pihak kepolisian.

Baca juga: Tergabung dalam Perusahaan yang Sama, Gusti Randa Turut Bersuara soal Permasalahan Lucky Hakim

"Pokoknya kalau tanggal 25 Maret 2019 itu dia enggak bayar, bakal kena pasal penipuan, pencemaran nama baik dan alamat palsu," tandasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X