Pidi Baiq: Hari Dilan Itu Kayak Persib Day

Kompas.com - 21/02/2019, 19:55 WIB
Penulis buku sekaligus sutradara film Dilan 1991 Pidi Baiq saat diwawancarai di Bandung, Kamis (21/2/2019). KOMPAS.com/RENI SUSANTIPenulis buku sekaligus sutradara film Dilan 1991 Pidi Baiq saat diwawancarai di Bandung, Kamis (21/2/2019).


BANDUNG, KOMPAS.com - Tanggal 24 Februari 2019 dideklarasikan menjadi Hari Dilan. Pada hari itu akan diadakan konvoi, soft launching Taman Dilan, hingga gala premiere film Dilan 1991 di seluruh biskop di Bandung.

Penulis buku "Dilan 1991" Pidi Baiq mengatakan, Hari Dilan hanya berlangsung satu hari, bukan berkala setiap tahun.

"Bagi masyarakat yang sempit pemikirannya, berpikiran itu berkala setiap tahun. Itu mah kan kayak Persib Day," ujar Pidi Baiq kepada Kompas.com di Bandung, Kamis (21/2/2019).

Pidi menjelaskan, 24 Februari 2019 disebut Hari Dilan karena di hari itu, film Dilan 1991 ada di bioskop manapun di Bandung.

"Saya sendiri tidak memiliki keinginan apapun, apakah harus ada Hari Dilan berkala setiap tahun, saya tidak memiliki keinginan," ucapnya.

Begitupun dalam hal Taman Dilan yang akan diresmikan pada akhir pekan ini. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Daerah yang menginisiasi pembuatan Taman Dilan.

Baca juga: Iqbaal Ramadhan Jarang Ikut Promosikan Dilan 1991, Ini Kata Para Pemain Lain

"Ketika Pemda melalui Kang Emil (Ridwan Kamil) mau bikin taman, masa saya bilang enggak boleh. Karena bagaimanapun karya saya sudah menjadi milik masyarakat, masyarakat bebas mengapresiasinya seperti apa,” tuturnya.

Ia pun mengucapkan terima kasih atas pendirian taman tersebut. Sebagai bentuk terima kasih, ia akan menyumbang pemikiran hingga materi jika dibutuhkan.

“Kalau diminta bantuan, saya pasti akan bantu semampu saya,” ungkap pria lulusan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Teknologi Bandung (ITB) ini menjelaskan.

Belum lama ini, Gubernur Jawa Barat mengumumkan kepada publik akan membangun Taman Dilan sebagai bentuk apresiasi terhadap karya warga Jawa Barat.

Taman tersebut akan didirikan di kawasan Saparua Bandung. Rencana ini mendapat pro dan kontra dari netizen di media sosial.

Baca juga: Tiket Gala Premiere Dilan 1991 di Bandung Langsung Ludes



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Budaya
Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Seleb
Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Musik
Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads X