Setelah Pemilu 2019, Slank Ingin Rampungkan Album Terbaru yang Tertunda

Kompas.com - 17/04/2019, 15:55 WIB
Kaka Slank usai melakukan pencoblosan di TPS 31, kawasan Potlot, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019). KOMPAS.com/ANDIKA ADITIAKaka Slank usai melakukan pencoblosan di TPS 31, kawasan Potlot, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Grup band Slank ingin melanjutkan proses penggarapan album terbaru yang sempat tertunda karena gelaran pemilu 2019.

Untuk diketahui, selama masa kampanye Pilpres 2019, grup band Slank cukup aktif menggalang dukungan kepada salah satu capres dan cawapres 2019-2024.

Hal itu disampaikan oleh vokalis Slank, Akhadi Wira Satriaji atau Kaka Slank usai melakukan pencoblosan di TPS 31, kawasan Potlot, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019).

"Slank pengin balik lagi ke proses album terbaru yang ketunda, meneruskan proses mixing lagu," ucap Kaka.

Kaka mengatakan, ia dan rekan-rekannya sudah tak sabar untuk segera melanjutkan kembali proses kreasi album terbaru untuk menghibur para Slankers.

Baca juga: Kaka Slank Bawa Pesan dari Laut untuk Presiden dan Wakil Presiden Terpilih

"Sudah di tahap 'gemas' ini (proses perampungan album). Ini (pemilu) beres, lancar, langsung balik naik gunung lagi," ungkapnya.

Ke depan, kata Kaka, ia dan kawan-kawan hanya akan memantau jalannya pemerintahan presiden dan wakil presiden terpilih dari jauh karena ingin kembali fokus dalam bermusik.

"Nanti kita awasi dari jauh, kalau ada yang melenceng dari rel atau treknya tinggal tendang lagi supaya balik ke jalurnya," ucap Kaka.

Untuk diketahui, album studio ke-34 Slank ini nantinya akan mengusung konsep art rock dan akan dirilis pada pertengahan tahun 2019.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X