Dewa 19, Dul Jaelani, hingga Glenn Fredly Bakal Ramaikan Festival Mesin Waktu 2019

Kompas.com - 20/06/2019, 06:01 WIB
Band Dewa 19 feat Ari Lasso dan Dul Jaelani (keyboard) tampil di panggung Alseace 2019 yang digelar di Parkir Selatan Ocean Park, BSD City, Tangerang Selatan, Minggu (24/2/2019). KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNGBand Dewa 19 feat Ari Lasso dan Dul Jaelani (keyboard) tampil di panggung Alseace 2019 yang digelar di Parkir Selatan Ocean Park, BSD City, Tangerang Selatan, Minggu (24/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Deretan musisi Indonesia lintas generasi akan meramaikan Festival Mesin Waktu yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 17 Agustus 2019.

Mereka adalah Dewa 19 bersama Ari Lasso & Dul Jaelani, Glenn Fredly, P-Project, RSD, Gamaliel "GAC", Petra Sihombing, Rendy Pandugo, dan Teddy Adhitya.

“Bintang-bintang tamu di Festival Mesin Waktu akan membuat kita semua nyanyi bareng sepanjang acara dengan lagu-lagu andalan mereka dari tahun 90-an dulu,” kata Brand Manager Ismaya Live selaku penyelenggara, Sarah Deshita, dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (20/6/2019).

Para musisi kenamaan Tanah Air itu bakal akan tampil di panggung zona musik festival kolaborasi Ismaya Live dan Generasi 90an itu.

Baca juga: Festival Mesin Waktu Siap Hadir Kembali 17 Agustus 2019

Selain zona musik, nantinya ada pula Zona Main, di mana akan hadir kembali beragam mesin ding-dong dan console game era 1990-an seperti PlayStation, Sega, dan Nintendo.

Selanjutnya Zona Jajan yang menyuguhkan jajanan-jajanan khas 90-an; Zona Nonton, tempat menonton sinetron, kartun, dan tayangan dari tahun 90-an; serta Zona Museum yang menghadirkan barang-barang sehari-hari yang dulu sering digunakan.

“Nantikan juga lomba-lomba khas 17-an yang dapat diikuti oleh penonton yang hadir untuk merayakan hari kemerdekaan Indonesia ke-74 di Festival Mesin Waktu nanti,” ucap Sarah lagi.

Saat kali pertama digelar pada 2017, musisi-musisi legendaris Indonesia di antaranya Potret, NAIF, Base Jam, P-Project, Bening, dan lainnya beraksi di panggung zona musik Festival Mesin Waktu.

“Tahun ini kami mengajak semuanya untuk bernostalgia kembali semua keseruan dekade 90-an di Festival Mesin Waktu bersama Ismaya Live dan teman-teman dari Generasi90an yang merupakan komunitas 90-an terbesar di Indonesia,” kata Sarah.

Poster Festival Mesin Waktu 2019.Ismaya Live/Generasi 90an Poster Festival Mesin Waktu 2019.

Baca juga: We The Fest 2019 Umumkan 13 Musisi untuk Lineup Fase Ketiga



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X