Ray M-Karen Pooroe Luncurkan Album Lagu Maluku di Belanda

Kompas.com - 09/07/2019, 11:23 WIB
Musisi multi instrumentalis Ray Martosono (Ray-M) dan Karen Pooroe akan meluncurkan album terbarunya “Next To The Past” di Kwaku Festival 2019, Amsterdam, Belanda, 27 Juli 2019. RENI SUSANTIMusisi multi instrumentalis Ray Martosono (Ray-M) dan Karen Pooroe akan meluncurkan album terbarunya “Next To The Past” di Kwaku Festival 2019, Amsterdam, Belanda, 27 Juli 2019.

BANDUNG, KOMPAS.com – Musisi multi instrumentalis Ray Martosono (Ray-M) dan Karen Pooroe akan meluncurkan album terbarunya “Next To The Past” di Kwaku Festival 2019, Amsterdam, Belanda, 27 Juli 2019.

Ray-M mengatakan, album ini mengusung lagu-lagu Maluku. Proses pembuatannya kurang dari seminggu dan langsung diproduksi massal.

“Penginnya bawa 2.000 (keping CD) ke Belanda. Tapi bisanya hanya 500 dan itu sudah habis terpesan,” ujar Ray kepada Kompas.com di Bandung, Senin (8/7/2019).

Menurut Ray, dia bersama Karen Pooroe yang merupakan adik dari Lita Zein, memutuskan untuk membuat album live recording karena keterbatasan waktu.

Baca juga: Prilly Latuconsina Nyanyikan Lagu Maluku untuk Opa

"Dalam album ini ada 6 track lagu yang kami mainkan. Di antaranya Pulau Kisar Yotowawa, Borero, Tanat Sus Beb, Soino, Sulie, Medley Nusaniwe, Lembe-Lembe, dan Gepe-gepe," paparnya.

Keberangkatan mereka ke Belanda bertujuan memperkenalkan budaya dan lagu-lagu asli dari daerah Maluku, Indonesia. Karena banyak sekali masyarakat Maluku yang tinggal di Belanda.

"Kehadiran album ini diharapkan akan memenuhi kerinduan mereka terhadap tanah air Indonesia utamanya daerah Maluku," ungkap Ray.

Ray menjelaskan, album ini diberi nama "Next to The Past" karena dia bersama finalis Indonesia Idol itu yakin bahwa kenangan tidak dapat hilang dan malah akan selalu kembali muncul di waktu-waktu berikutnya.

Begitupun dengan lagu-lagu yang mengisi kenangan di kehidupan yang telah berlalu akan selalu menjadi kenangan yang akan mengisi di kehidupan selanjutnya.

Ray mengimbau para generasi muda untuk selalu mengingat dan menghormati para musisi zaman dulu yang senantiasa menginspirasi khasanah kekayaan musik Indonesia dan dunia.

"Selalu hargai karya-karya jenius dari pendahulu kita, karena kita tidak bisa seperti sekarang ini tanpa kehadiran mereka," imbuhnya.

Sementara itu, Karen mengaku bahagia bisa menyanyikan lagu-lagu Maluku. Baginya, Maluku bukan hanya tempat kelahiran, tapi segalanya.

 

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X