Alasan Hannah Al Rashid Ingin Main Film Gundala, Salah Satunya Nama Joko Anwar

Kompas.com - 18/07/2019, 18:02 WIB
Hannah Al Rashid di Bandung, Sabtu (13/7/2019). KOMPAS.com/RENI SUSANTIHannah Al Rashid di Bandung, Sabtu (13/7/2019).

BANDUNG, KOMPAS.com – Artis peran Hannah Al Rashid mengaku ada beberapa alasan yang membuatnya menerima tawaran bermain di film “ Gundala” sebagai Cantika.

“Nama Joko Anwar saja sudah cukup untuk gue terima tawaran ( film Gundala),” ujar Hannah kepada Kompas.com di Bandung, belum lama ini.

Perempuan kelahiran London, 25 Januari 1986 ini mengatakan, yang paling disuka dari Joko adalah upayanya untuk membuat film dengan genre berbeda dan kerap berkolaborasi dengan banyak orang.

Joko juga salah satu kekuatan perfilman di Indonesia. Kualitas filmnya terjamin dan diterima tidak hanya di dalam negeri, tapi juga luar negeri dan festival.

Baca juga: Film Gundala Pertemukan Cecep Arif Rahman dan Putranya

“Secara komersial bisa dilihat di film Pengabdi Setan (yang laku di pasaran),” ucapnya.

Alasan lainnya adalah Hannah menyukai sesuatu yang memiliki brand bagus dan dekat dengan masyarakat. Seperti Gundala maupun Warkop DKI.

Walaupun dirinya tidak lahir dan besar di Indonesia. Jadi ia tidak mengetahui euforia Gundala baik film terdahulu ataupun komiknya. Begitu pun dengan Warkop DKI, baru mengetahui siapa mereka saat di Indonesia.

“Gue melihat Gundala dari perspektif yang berbeda. Buat gue ini sesuatu yang menarik, bagaimana memberi sentuhan yang berbeda.

Baca juga: Penampakan Kostum Gundala Buatan Amerika, Pertama Kali Dipamerkan di Bandung

Sutradara film Gundala, Joko Anwar saat promo film di Kantor Redaksi Kompas.com di Menara Kompas, Jakarta, Kamis (20/6/2019). Film Gundala akan tayang di bioskop mulai 29 Agustus 2019.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Sutradara film Gundala, Joko Anwar saat promo film di Kantor Redaksi Kompas.com di Menara Kompas, Jakarta, Kamis (20/6/2019). Film Gundala akan tayang di bioskop mulai 29 Agustus 2019.

Pemeran Sancaka dewasa dan Gundala, Abimana Aryasatya mengatakan hal serupa. Alasan pertama ia menerima tawaran menjadi Gundala karena nama besar Joko Anwar.

“Sebelumnya ada sutradara lain sebelum Joko Anwar yang saya tidak punya trust dengan pendekatan ide yang ada di kepala dia,” tuturnya.

“(Sutradara sebelum Joko) mengejar seperti film Hollywood. Buat saya itu mimpi yang tidak akan terjadi untuk saat ini. Namun Joko memiliki pendekatan berbeda dan saya percaya,” ungkapnya.

Baca juga: Sesak, Abimana Aryasatya Perlu Bantuan Oksigen Saat Kenakan Kostum Gundala

Selain itu, Abi menyukai sesuatu yang dibilang orang lain tidak mungkin bisa. Seperti saat orang meragukan film Warkop DKI Reborn ataupun Gundala.

“Enggak bisa bikin superhero Indonesia? Bisa. Kita harus coba sesuatu yang baru. Mungkin gagal, tapi kan proses belajar. Jatuh, bangun lagi. Jatuh, bangun lagi. Kalau kita takut belajar, ya, di situ saja,” pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terpopuler

komentar di artikel lainnya
Close Ads X