Dialog Senja: Tampil di Soundrenaline, Impian Band-band Daerah

Kompas.com - 28/07/2019, 22:33 WIB
Dua pemain Dialog Senja, Raden dan Jamil. KOMPAS.com/RENI SUSANTIDua pemain Dialog Senja, Raden dan Jamil.

BANDUNG, KOMPAS.com – Ada banyak cerita dari gelaran Soundrenaline yang diklaim sebagai festival musik terbesar di Asia Tenggara tersebut. Salah satunya cerita band-band daerah yang tampil di Soundrenaline setelah melalui kurasi ketat.

Seperti yang dirasakan grup band Dialog Senja asal Sukabumi. Sebagai band yang didirikan dan besar di daerah, tampil di panggung sebesar Soundrenaline merupakan sebuah impian.

“Kami datang dari daerah Sukabumi yang jauh. Ini pengalaman yang tidak bisa dilupakan,” ujar Raden, vokalis Dialog Senja, kepada Kompas.com di Bandung, Minggu (28/7/2019).

Raden menjelaskan, Dialog Senja didirikan 2015 oleh ia dan gurunya, Jamil. Saat itu ia tengah galau karena lima kali gagal membentuk band.

Hingga akhirnya, ia mengobrol dengan gurunya dan bersepakat melahirkan sebuah grup band.

“Konsepnya memang berdua agar tidak banyak kepala. Aliran musik kami banyak terpengaruh pop,” ucapnya.

Nama Dialog Senja pun diambil dari kepanjangan dialog bersama Raden dan Jamil. Mereka kemudian memasukkan musik-musiknya ke YouTube, Spotify, Joox, dan lainnya sekitar 2017.

Mereka pun membuat album berjudul Lara pada 2018. Jadwal manggung mereka pun semakin banyak dan kini terpilih manggung di delapan kota dalam acara Road to Soundrenaline.

Dalam penampilannya di Soundrenaline, mereka menambah additional player dan visual menarik

Baca juga: Soundrenaline 2019 Akan Pertemukan Lintas Genre dalam Satu Panggung

Iklim musik

Raden mengungkapkan, iklim musik di daerah seperti Sukabumi cukup besar. Secara musikal, mereka memiliki kemampuan mumpuni dan potensial.

Namun mereka belum dilirik industri musik di Jakarta. Beruntung di era digital ini, lebih gampang mempromosikan lagunya.

“Untuk tempat latihan, di Sukabumi ada. Tapi enggak begitu bagus,” ujarnya.

Sementara itu, music curator Soundrenaline 2019, Widi Puradiredja, mengatakan agak sulit melakukan kurasi band saat ini. Sebab banyak sekali band bagus dengan digital view jutaan dan fan base yang banyak.

Namun, salah satu yang menentukan sebuah band terpilih di Soundrenaline ada live performance atau penampilan langsungnya. Sebab, menurut dia, yang namanya digital bisa diedit menjadi lebih bagus.

“Kami butuh real artist yang performance-nya bagus, bukan ilusi. Materi lagu dan performance yang bagus menjadi modal kuat band-band ini ke depannya,” tuturnya.

Band yang manggung di Soundrenaline merupakan band pilihan yang memiliki potensi besar dan layak diperhitungkan.

Baca juga: Rendy Pandugo hingga Maliq & D’Essentials Ramaikan Road to Soundrenaline di Bandung

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X