Setelah Pengabdi Setan, Joko Anwar Sempat Tolak Garap Film Horor

Kompas.com - 26/08/2019, 10:20 WIB
Sutradara film Gundala, Joko Anwar saat promo film di Kantor Redaksi Kompas.com di Menara Kompas, Jakarta, Kamis (20/6/2019). Film Gundala akan tayang di bioskop mulai 29 Agustus 2019. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOSutradara film Gundala, Joko Anwar saat promo film di Kantor Redaksi Kompas.com di Menara Kompas, Jakarta, Kamis (20/6/2019). Film Gundala akan tayang di bioskop mulai 29 Agustus 2019.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Sutradara Joko Anwar sempat mengaku rehat sejenak untuk menggarap film horor usai Pengabdi Setan meraup kesuksesan.

Joko mengaku hal itu ia lakukan agar tak terjebak dalam zona nyaman menggarap film-film yang berpotensi box office.

"Setelah Pengabdi Setan jadi film terlaris 2017 dengan 4,3 juta penonton. Sejak itu tawaran untuk bikin film horor bisa tujuh film. Tapi saya berpikir kalau saya bikin film horor lagi, nanti saya masuk ke zona nyaman lagi," ucap Joko dalam acara Playfest 2019 di Plaza Selatan Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (25/8/2019).

Untuk mencari penyegaran baru, Joko pun coba menggarap film dengan genre yang belum pernah ia tangani sebelumnya.

Baca juga: Joko Anwar Ajak Penikmat Film Merasakan Kembali Teror Ratu Ilmu Hitam

"Akhirnya saya memutuskan untuk bikin film yang akan tayang pada 29 Agustus 2019, yakni Gundala," ucapnya.

Selain itu, Joko mengatakan, film-film yang ia garap mayoritas adalah film yang dibuat berdasarkan reaksinya terhadap kondisi sekitar.

"Gundala adalah reaksi aku tentang Negeri ini," ujarnya.

"Kalau teman-teman ngikutin film-film aku dari awal sampai akhir, film aku adalah reaksi dari yang terjadi di sekitarku," sambungnya.

Baca juga: Joko Anwar Siapkan Tiga Kostum Gundala untuk Abimana Aryasatya

Bagi Joko, film harus bisa merasuk ke dalam kehidupan penontonnya, minimal punya keterkaitan.

Hal itu pula, lanjut Joko, yang membuatnya kembali menggarap film horor usai mendapat penyegaran dari genre film lainnya.

"Kenapa tadi aku bilang bikin film harus personal, orang bisa mengatakan, itu personal experience. Itu tidak akan dirasakan apabila tidak bikin film yang personal," ucapnya.

" Perempuan Tanah Jahanam, ini filmnya sangat personal, karena film keluarga," imbuhnya.

Baca juga: Tara Basro: Film Perempuan Tanah Jahanam Lebih Seram dari Pengabdi Setan



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X