Rahasia di Balik Suara Gemas Cute Girl dalam Animasi Si Nopal

Kompas.com - 29/08/2019, 18:59 WIB
Cute Girl, salah satu karakter dalam animasi Si Nopal. Tangkapan layar akun instagram animasi Si NopalCute Girl, salah satu karakter dalam animasi Si Nopal.

JAKARTA, KOMPAS.com - Siapa tak kenal Cute Girl? Salah satu tokoh dalam animasi Si Nopal yang begitu menggemaskan.

Cute Girl diceritakan sebagai adik kandung tokoh utama, Nopal.

Karakter Cute Girl digambarkan dengan begitu unik. Wajahnya hanya berupa dua huruf "C" yang saling membelakangi. 

Cute Girl juga dicitrakan sebagai gadis kecil dengan pipi chubby atau tembam yang centil dan sangat aktif.

Tak hanya itu, suaranya pun begitu khas. Tawa "ehe" dan vokal yang cempreng membuat Cute Girl sukses menarik perhatian. 

Naufal Faridurrazak, pencipta animasi ini mengatakan, pengisi suara tersebut adalah Nadiah Rifatum Mumtaz, yang merupakan adik kandungnya. 

"Itu benar-benar suara adik kandung saya. Saya membebaskan dia mau mengisi suara seperti apa," ujar Naufal saat dihubungi Kompas.com, Kamis (29/8/2019).

Naufal mengaku tak pernah menyarankan adiknya untuk membuat suara tertentu. Menurut dia, gaya Nadiah dalam mengisi suara murni muncul dengan sendirinya.

Baca juga: Si Nopal, dari Ide Iseng Mahasiswa hingga Jadi Animasi Populer

"Dia (Nadiah) itu terinspirasi dari suara kucingnya. Suaranya ya seperti itu," kata Naufal.

Sedangkan wujud karakter Cute Girl merupakan karya yang pernah dibuat oleh Naufal saat ia masih sangat kecil. Tak heran jika bentuknya sangat sederhana.

"Jadi dulu itu kan waktu kecil kan kami bikin karakter-karakter gitu. Entah kenapa tiga tahun yang lalu itu lihat coretan zaman dulu. Nah, kepikiran aja bikin adiknya (Nopal). Ya udah bikin aja," ujar Naufal.

Tak disangka, tokoh yang ia ciptakan ini sekarang memiliki banyak penggemar.

Menurut Naufal, video animasi ini telah ia rintis sejak masih kuliah. Itu pun, ia belajar menggambar animasi secara otodidak.

"Pada 2015 pertengahan saya masih kuliah. Nah, pas kuliah itu kan entah kenapa pas jam-jam kosong itu pengin aja iseng gambar-gambar begitu. Kuliah di jurusan administrasi saat itu," ujarnya.

"Terus mungkin sudah bakat begitu ya, ya sudah gambar-gambar aja. Waktu itu bentuknya masih meme atau komik ya. Terus lama-kelamaan banyak orang yang suka begitu. Jadi mulailah bikin komik," lanjut Naufal.

Tayang hampir setiap minggu, video-video animasi Si Nopal mampu membius jutaan penonton.

Alhasil, kanal YouTube yang baru dibuat pada akhir tahun 2018 tersebut kini telah memiliki 4,4 juta subscriber, bahkan tak jarang masuk daftar trending YouTube.

Baca juga: Mengenal Sosok di Balik Tokoh-tokoh Animasi Si Nopal

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X