Makin Banyak Orang Mau Jadi Superhero, Tapi Realitasnya?

Kompas.com - 29/08/2019, 21:23 WIB
Totos Rasiti, pemeran sosok jin dalam iklan. Dok Djarum 76 Totos Rasiti, pemeran sosok jin dalam iklan.
Editor Latief

KOMPAS.com - Sekarang ini banyak orang kepengin jadi pahlawan, padahal realitas sebenarnya tidak mendukung hal itu. Di tengah ramainya isu politik belakangan ini misalnya, banyak orang yang tiba-tiba berubah jadi yang paling soal urusan negara, seolah tiba-tiba jadi superhero.

Tengoklah media sosial. Di situ keinginan orang yang Anda kenal atau tidak kenal untuk menjadi superhero sangat terasa betul. Padahal, kenyataannya berbeda.

"Akhirnya cuma jadi bahan lelucon saja. Tindakan orang yang kepengin jadi superhero itu akhirnya malah jadi bahan tertawaan orang," kata Totos Rasiti, pemeran sosok jin dalam iklan Djarum 76 di Jakarta, Rabu (28/8/2019).

Totos mengatakan hal itu untuk menggambarkan iklan versi terbarunya yang mengangkat tema tentang pahlawan super alias superhero. Dalam video iklan versi terbaru yang beredar di platform Youtube, sosok jin yang diperankan Totos ini hendak mengabulkan permintaan seorang pria yang bersama pasangannya baru selesai nonton film di bioskop.

Terinsipirasi sosok superhero di dalam film, tanpa pikir panjang, si pria langsung minta agar dirinya dijadikan seperti superhero yang punya kekuatan super.

Seperti biasa, jin punya interpretasi kocak terhadap permintaan "bos" barunya ini. Alih-alih superhero gagah, dia malah mengubah si pria tersebut menjadi sosok yang menggelikan.

Rupanya sang jin mengubah pria itu menjadi mahluk berfisik seperti seekor kera yang mengenakan body armour layaknya superhero ala film Hollywood. Superhero itu malah lebih mirip sosok fiktif kera sakti nakal dalam legenda Tiongkok. Hanya saja, tampilannya modern.

Menurut Totos, ada kritik sosial yang dapat dimaknai secara positif oleh masyarakat. Khususnya soal interpretasi superhero yang diangkat dalam versi iklan kali ini.Dok Djarum 76 Menurut Totos, ada kritik sosial yang dapat dimaknai secara positif oleh masyarakat. Khususnya soal interpretasi superhero yang diangkat dalam versi iklan kali ini.
Alhasil, "buah karya" jin kali ini membuat banyak orang terpingkal-pingkal. Iklan yang diunggah di Youtube oleh akun Glow Films Jakarta selaku production house itu dipenuhi komentar dan reaksi netizen yang merasa geli dan tertawa dengan ulah jin kali ini.

"Ini iklan bikin gue sama penonton-penonton di bioskop ketawa terbahak-bahak gara-gara dia pingin jadi superhero tapi enggak kesampaian. Apalagi pas muncul iklan ini di televisi, geli banget," tulis netizen bernama Limpo Siregar.

Viralnya iklan jin itu ditanggapi Totos, sang pemeran sosok jin, yang merasa terapresiasi dengan komentar positif netizen. Sosok yang menggeluti dunia peran sejak berkuliah di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ini mengatakan bahwa sesungguhnya ada pesan dan makna tersirat di setiap cerita yang diangkat dalam iklan Djarum 76 tersebut.

Terlepas dari aksi jin yang kocak, menurut Totos, ada kritik sosial yang dapat dimaknai secara positif oleh masyarakat. Khususnya soal interpretasi superhero yang diangkat dalam versi iklan kali ini.

"Ada kaitan dengan isu sosial yang berkembang di masyarakat, yaitu makin banyak orang mau jadi pahlawan, padahal realitas sebenarnya tidak mendukung hal itu," ujar pemeran jin yang selalu berpakaian adat khas daerah ini.

Menurut Totos, ada semangat positif yang ingin disampaikan kepada masyarakat di balik slogan iklan tersebut. Dia mengatakan iklan tersebut sesungguhnya mengajak masyarakat untuk selalu bergembira dalam melihat dan memaknai kondisi yang kadangkala tidak sesuai dengan harapan.

“Apapun harusnya dimaknai dengan happy, jangan dibikin susah, jangan bikin sedih. Semuanya ya, yang penting hasilnya membuat orang happy, bikin orang tertawa. Karena dengan tertawa kita jadi bahagia," ucapnya.

Pria yang juga berprofesi sebagai acting coach itu menuturkan, dalam perannya selama 10 tahun lebih sebagai sosok jin itu membuat dirinya semakin lepas dalam mengeksplorasi karakter jin yang lucu dan punya kultur guyonan khas Nusantara. Tak heran banyak kelucuan dalam iklan yang sebetulnya aksi spontan Totos itu.

"Setelah kesempatan improvisasi, ada satu lagi yang penting, istilahnya versi suka-suka lu deh. Kadang-kadang kita ditantang dan tuntutan kreatif paling tingginya di situ. Karena, justeru di bagian itu yang banyak dipakai. Ya jadi terserah gue, imajinasi gue. Suka-suka apa yang keluar di pikiran gue, ya itu yang gue lakukan. Nah, seringkali bagian inilah yang justru ditunggu banyak orang," ujarnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X