Jeremy Thomas Batal Diperiksa Polisi Terkait Dugaan Penipuan Vila, Ini Penyebabnya

Kompas.com - 10/10/2019, 14:19 WIB
Jeremy Thomas saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Senin (9/7/2018). KOMPAS.com/IRA GITAJeremy Thomas saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Senin (9/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Artis peran Jeremy Thomas berhalangan hadir untuk melengkapi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Polda Metro Jaya, Kamis (10/10/2019), untuk kasus dugaan penipuan lahan dan bangunan vila.

"Jadi gini, setelah saya tanyakan ke penyidik, memang benar ya hari ini ada agenda untuk pemanggilan Pak Jeremy Thomas," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kompol Argo Yuwono di Polda Metro Jaya.

"Karena yang bersangkutan tidak hadir dan sudah menghubungi pihak Polda Metro Jaya untuk memohon waktu, ya kami berilah dispensasi," sambungnya.

Argo mengatakan, Jeremy meminta izin karena ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkannya.

"Dia minta mohon bantuan waktu, nanti setelah selesai akan datang ke Polda dan diselesaikan ke kejaksaan," kata Argo.

Baca juga: Lahir dari Sinetron, Jeremy Thomas Debut Jadi Sutradara lewat Web Series

Namun, Argo belum bisa memastikan kapan Jeremy akan dipanggil kembali.

"Iya, nanti," kata Argo.

Kasus ini berawal dari sengketa lahan dan bangunan vila di Ubud, Bali, pada 2013 antara Jeremy dengan Patrick Alexander Morris yang merupakan warga negara Australia.

Patrick melaporkan Jeremy karena mengaku mengalami kerugian mencapai Rp 16 miliar dari kasus pengalihan aset vila.

Baca juga: Jeremy Thomas: Peran Luna Maya Tidak Mudah Ditebak

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X