Sejarah Menarik Gedung Pernikahan Jennifer Lawrence, Skandal Tukang Ledeng dan Rumor Hantu

Kompas.com - 18/10/2019, 11:27 WIB
Aktris Jennifer Lawrence berpose di karpet merah pemutaran perdana Eropa untuk film Red Sparrow, di London, Inggris, pada 19 Februari 2018. AFP PHOTOAktris Jennifer Lawrence berpose di karpet merah pemutaran perdana Eropa untuk film Red Sparrow, di London, Inggris, pada 19 Februari 2018.

KOMPAS.com - Aktris Hollywood Jennifer Lawrence (29) akan melangsungkan pernikahan dengan direktur galeri seni Cooke Maroney (34) di Newport, Rhode Island, pada akhir pekan ini.

Namun, ada sejarah menarik yang menyelimuti lokasi pernikahannya yang bernama Belcourt of Newport.

Rumah seluas 40.000 kaki persegi ini dirancang pada 1894 oleh arsitek Amerika terkenal, Richard Morris Hunt, ditugaskan oleh Oliver Hazard Perry Belmont dan didekorasi oleh istri keduanya Alva Vanderbilt.

Baca juga: Jennifer Lawrence Selamat dari Pendaratan Darurat

Tetapi pada 1956, ketika kota itu dirasa sudah ketinggalan zaman dan rumah-rumah yang dibangun di sana dianggap terlalu besar, kota itu dijual kepada keluarga Tinney dengan harga yang dilaporkan seharga 235.000 dolar AS (nilai saat ini) atau Rp 3,3 miliar.

Keluarga itu memilikinya selama beberapa dekade, menurut sumber setempat.

Namun, penduduk lain tidak senang dengan pilihan dekorasi Tinney yang tidak modern dan ketinggalan zaman dari Tinney, penambahan gerbang yang rumit di jalan tempat pameran kota, Bellevue Avenue, dan penambahan "Castle" ke nama Belcourt.

Setelah kematian suaminya, Ruth Tinney, yang saat itu berusia 80-an, memasuki hubungan yang tidak biasa dengan tukang ledeng properti, Kevin Koellisch, memicu opini publik yang tidak terlalu menyanjung.

Baca juga: Demi Jadi Aktivis, Jennifer Lawrence Akan Cuti Setahun dari Hollywood

Menurut sumber setempat, tukang ledeng itu masuk dan mengantar Nyonya Tinney berkeliling kota, yang membuat putranya cemas.

Sementara berdasarkan artikel Los Angeles Times, dia secara resmi mengadopsi Koellisch, yang saat itu berusia 30-an.

Setelah kematiannya, Ruth Tinney terus tinggal di lantai tiga rumah itu.

Halaman:


Sumber People
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X