Kompas.com - 11/02/2021, 11:53 WIB
Penulis Cynthia Lova
|

"Kamu melakukan kesalahan yang sama tiga kali dalam sehari, kamu akan kehilangan hari libur," tutur Chef Juna tentang pengalamannya bekerja di Amerika Serikat.

Oleh karena itu, bekerja di dapur profesional membutuhkan mental baja dan tidak semua orang bisa melakukannya.

Tanpa membandingkan dengan bidang pekerjaan lainnya, Juna mengatakan hanya ada dua hasil dari tempaan keras di dapur profesional, seseorang berhasil atau patah semangat. Tidak ada kata "di tengah-tengah" menurut Juna.

Namun Juna tidak punya pilihan kecuali menerima "hajaran" dari atasannya karena dia tidak memiliki keterampilan khusus. Apalagi saat merantau ke Amerika, dia hanya lulusan SMA.

Dia justru berterima kasih kepada para atasannya itu karena sudah menempa dia selama mengawali karier.

"I am very thankful. I am very thankful," kata juri MasterChef Indonesia tersebut.

Chef Juna mengatakan keberuntungan akhirnya datang karena ada kesiapan dan kesempatan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.