BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan

Tawarkan Banyak Pengalaman Baru, Alasan Pameran Virtual Makin Diminati

Kompas.com - 09/07/2021, 18:56 WIB
Ilustrasi menyaksikan pameran virtual. Shutterstock/MakistockIlustrasi menyaksikan pameran virtual.
|

KOMPAS.com – Gagasan pameran virtual yang muncul selama ini sebenarnya bukanlah hal baru. Jauh sebelum era digital, tepatnya pada 1992, konsep acara tersebut telah dieksekusi salah satu perusahaan teknologi ternama asal Amerika Serikat (AS) dengan tajuk “The Virtual Museum”.

Karena saat itu jaringan internet belum semasif seperti sekarang, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat (AS) tersebut mengemas pameran dalam bentuk compact disc read-only memory (CD-ROM).

Meski begitu, pengalaman yang ditawarkan mirip dengan pameran virtual pada masa kini. Pengunjung dapat mengelilingi ruangan museum dan menyaksikan berbagai karya seni yang terpampang pada The Virtual Museum.

Minat terhadap pameran virtual masih berlangsung hingga kini. Bahkan, antusiasme masyarakat terhadap acara semacam itu semakin tinggi, khususnya selama masa pandemi. Hal itu terbukti dari jumlah penyelenggaraannya yang melebihi hitungan jari.

Pameran virtual diminati lantaran acara ini dapat memenuhi asupan hiburan selama pandemi dan juga menawarkan interkonektivitas yang luas.

Bahkan, menurut laporan sebuah perusahaan penyelenggara acara virtual asal India, lebih dari 90 persen orang yang pernah menghadiri pameran virtual mengaku bahwa mereka ingin membangun koneksi baru saat mengikuti ke acara tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bukan itu saja, tingginya minat masyarakat terhadap pameran virtual juga dikarenakan format acara tersebut mampu memberikan pengalaman berbeda dibandingkan acara offline. Pemanfaatan berbagai teknologi digital membuat pameran virtual terasa lebih imersif.

Ada banyak hal-hal baru yang bisa didapat ketika mengunjungi pameran virtual. Berikut Kompas.com rangkumkan untuk kamu.

Lebih interaktif dan personal

Pemanfaatan berbagai teknologi digital membuat pameran virtual terlihat lebih interaktif. Kamu dapat berinteraksi secara leluasa dengan karya-karya yang dipamerkan.

Pengalaman tersebut tidak akan ditemukan pada pameran offline karena pengunjung tidak diperbolehkan menyentuh instalasi karena bisa merusak karya.

Bukan itu saja, pameran virtual juga memberikan kamu kesempatan untuk berkreasi bersama sang seniman. Karya yang dibuat pun bisa kamu pamerkan pada pengunjung lain.

Seniman menjadi lebih adaptif dan kreatif

Penyelenggaraan pameran virtual memberikan manfaat bagi seniman. Mereka mengaku bahwa halangan berupa limitasi ruang gerak justru mendorong seniman untuk “break the limit” dalam mengeksplorasi ide.

Alhasil, seniman mampu menciptakan karya luar biasa. Hal ini menjadikan pameran virtual terlihat menarik.

Pameran virtual juga membuat seniman menjadi lebih adaptif terhadap teknologi, serta lebih kreatif dalam mengeksplorasi karya. Dengan begitu, mereka dapat menghasilkan karya-karya baru yang berbeda dari biasanya.

Kreativitas itu bisa dilihat dari seniman patung yang mengubah format karyanya menjadi tiga dimensi interaktif lewat pemanfaatan teknologi.

Pameran virtual menjadi arsip digital

Dalam format offline, venue, dan instalasi tentu akan dibongkar saat pameran rampung. Jika ingin bernostalgia pada karya yang pernah ditampilkan, kamu hanya bisa memandangi dokumentasi pribadi. Itu pun tak semua karya seni terabadikan.

Sementara itu, pameran virtual beserta instalasinya bisa terus diakses sekalipun gelaran sudah selesai. Kamu tinggal mengunjungi laman website acara untuk melihat kembali pameran tersebut.

Bukan itu saja, pameran virtual juga memberikan kamu kesempatan untuk menyimpan karya favorit yang terpajang di sana.

Bagaimana? Menarik, bukan? Semua pengalaman itu juga bisa kamu dapatkan dengan mengunjungi pameran virtual yang tersedia pada tautan ini.

Ada banyak karya dan informasi terkait seni yang dapat kamu nikmati di acara itu. Jadi, jangan sampai terlewatkan, ya!


Rekomendasi untuk anda
komentar di artikel lainnya