Kompas.com - 17/09/2022, 18:11 WIB

Setelahnya, Hana Madness mencoba untuk konsisten berkesenian untuk menyuarakan atau merepresentasikan kondisi mental ke dalam sebuah karya lukis.

"Sebelum aku ketemu dia (pasangan), pada 2010 atau satu tahun setelah aku lulus dari SMA, aku pertama kali bertemu dengan klien komersil aku," ungkap Hana Madness.

"Mereka mencetak karya aku dalam sebuahbkorek api sebanyak 5.000 buah ke seluruh Indonesia. Itu juga awalnya aku cuma submit ke e-magazine," tutur Hana Madness sambil tertawa.

Meski sudah bisa berdamai dengan kondisi mentalnya, dia menyatakan bahwa Hana Madness masih disabilitas kesehatan mental.

"Gue melalukan banyak dosa besar di dalam diri gue, terhadap diri gue sendiri, terhadap keluarga gue, tapi gue sudah berdamai. Gue bisa berdaya dengan seni. Gue bisa membuka mata dengan diri gue sendiri, gue bisa membuka mata banyak orang," kata Hana Madness.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.