Jumat, 25 Juli 2014
RUMAH TANGGA DAN KARIER Ingat Anak, Phil Collins Urungkan Niat Bunuh Diri
Kamis, 11 November 2010 | 21:35 WIB
|
Share:
Phil Collins

LOS ANGELES, KOMPAS.com — Phil Collins mengaku pernah akan melakukan bunuh diri seiring merosotnya karier serta kehidupan pribadi.

Penyanyi sekaligus pemain drum berusia 59 tahun itu mengaku terpikir untuk mengakhiri hidupnya setelah pernikahan ketiganya kandas dan cedera yang membuatnya tak dapat menabuh drum lagi. Satu-satunya yang membuatnya batal mengakhiri hidup adalah karena ingat anak.

Collins berjaya selama 40 tahun, baik sebagai drumer maupun penyanyi bersama band Genesis, dan kemudian menjadi penyanyi solo dengan pendapatan terbesar sepanjang masa.

Ia mengatakan, bertahun-tahun kritikan pedas atas karya solonya telah membuat dia gusar dan tak ingin rekaman lagi.

"Saya tak akan (bunuh diri) dengan menembak kepala. Ada cara overdosis dan lainnya yang tidak menyakitkan. Tapi, ini tak kulakukan karena ingat anak-anak," ujarnya dalam wawancara seperti dimuat majalah Rolling Stone edisi terbaru.

Ia mengatakan, catatan bunuh diri dari seorang selebriti lain yaitu "terlalu banyak dan terlalu sering hal yang tak benar" selalu terngiang di pikirannya.

Ia juga membuat pengakuan nyeleneh dalam wawancara dengan majalah Rolling Stone itu. Collins mengatakan, dalam kehidupan sebelumnya, ia kemungkinan besar adalah seseorang yang terlibat peperangan di Alamo.

Ia memiliki koleksi terbesar artefak perang yang terjadi pada tahun 1836 itu. Perang tersebut terjadi di wilayah yang kini bernama Texas.

Sejak bubarnya pernikahan bersama penerjemah asal Swiss, Orianne Cevey, pada Januari 2007, ia tinggal sendirian. Tujuh tahun lamanya mereka menikah.

Pasangan itu dikaruniai anak bernama Nicholas dan Matthew. Collins lebih banyak tinggal di dekat rumah anak-anak mereka di Jenewa. Ia juga memiliki seorang putri bernama Lily dari pernikahannya dengan Jill Tavelman, yang berakhir pada tahun 1996.

Saat masih anak-anak, Collins sudah sukses sebagai aktor, yang tampil sebagai Aerful Dodger di panggung teater London dalam produksi "Oliver!"

Pada tahun 1970 ia bergabung dengan band Genesis sebagai drumer band itu dan lima tahun kemudian menggantikan Peter Gabriel sebagai penyanyi.

Ia meraih kesuksesan pada tahun 1980-an dengan sejumlah hit, seperti "In The Air Tonight", "Against All Odds", dan "Two Hearts", dan tetap sebagai pentolan Genesis formasi baru.

Ia memenangi tujuh Grammy dan sebuah Oscar untuk lagu "You'll Be in My Heart" dari film animasi produksi Disney, Tarzan (1999).

Collins sudah satu dasawarsa tak mengeluarkan album dengan lagu baru. "Saya terkadang berpikir sedang menulis karakter Phil Collins dalam suatu cerita," ujarnya dalam wawancara tersebut.

Lalu dia mengatakan, tokoh bernama Collins akan menghilang atau dibunuh di kamar hotel.

"Orang-orang akan berkata, apa yang terjadi dengan Phil? Dan jawabannya akan seperti, 'Dia dibunuh, tetapi yah, hidup terus berlanjut', lebih kurang hal seperti itu," katanya.

Cedera leher yang didiagnosis dua tahun lalu membuatnya tak bisa main drum, kecuali jika stik drum diikat ke tangan. Tulang punggungnya telah rusak.

Bagaimanapun, Collins mengatakan, dia tak rindu main drum. "Saya memang akan berhenti main. Saya sudah berhenti dan tak kangen ingin main."

Saya tak akan bunuh diri dengan menembak kepala. Ada cara overdosis dan lainnya yang tidak menyakitkan. Tapi, ini tak kulakukan karena ingat anak-anak.
-- Phil Collins

Sumber :
ANT
Editor :
Eko Hendrawan Sofyan