Membahas "Tiga Matahari" Karya Cixin Liu Bersama Petty Fatimah

Kompas.com - 13/01/2021, 07:01 WIB
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah tentang Tiga Matahari karya Cixin Liu DOK. LEILA S CHUDORIComing Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah tentang Tiga Matahari karya Cixin Liu

PERTANYAAN besar novel-novel fiksi ilmiah adalah sebuah pemikiran yang filosofis: apa yang akan terjadi jika manusia di bumi berhasil "berkomunikasi" dengan mahluk luar angkasa?

Seperti apakah yang disebut extraterrestrial intelligence (ET) itu? Seperti apakah peradaban mereka?

Adalah penulis asal China, Cixin Liu namanya, berkibar-kibar setelah trilogi "Remembrance of Earth's Past" terbit dalam bahasa Inggris (2014) yang diterjemahkan oleh Ken Liu.

Maka, yang terjadi bukan sekadar ledakan pembaca yang terpesona oleh fiksi sejarah yang dikawinkan dengan fiksi ilmiah--ini formula penulis sci-fi Barat--tetapi juga pesona dan keterkejutan pembaca Barat tentang "raksasa China" yang diam-diam menggebrak dalam berbagai bidang, termasuk teknologi dan pengetahuan alam semesta.

Bahwa penulis Cixin Liu kemudian memenangkan Hugo Award untuk buku pertama dan ketiga trilogi tersebut-–dan merupakan penulis Asia pertama yang memenangkan penghargaan untuk karya fiksi ilmiah yang prestisius ini--membuat namanya semakin melambung.

Duo DB Weiss dan David Benioff, kreator serial populer "Game of Thrones" yang diangkat dari serial fantasi "A Song of Ice and Fire" karya George RR Martin, sudah mengumumkan akan mengadaptasi trilogi karya Cixin Liu tersebut.

Novel "The Three Body Problem" dibuka dengan setting Revolusi Kebudayaan China. Seorang ahli fisika terkemuka Ye Zhetai yang diinterogasi dan disiksa di hadapan umum, termasuk puterinya yang saat itu masih kecil.

Di masa dewasa, putri Ye Zhetai bernama Ye Wenji yang masih menyimpan luka besar tentang kematian ayahnya kini menjadi seorang ahli astrofisika yang terseret dalam prahara di masa itu.

Ye Wendji dilibatkan dalam sebuah proyek besar pemerintah di Pantai Merah. Pada saat itulah Ye Wenji berhasil melakukan kontak dengan ruang angkasa.

Puluhan tahun kemudian, terjadi serangkaian peristiwa misterius kasus bunuh diri para ahli fisika. Peneliti nanomaterial Wang Miao kemudian ditugaskan menyelidiki kasus ini yang ternyata jauh lebih besar daripada sekadar kasus kriminal biasa. Sebuah peristiwa yang akan mengancam umat manusia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X