Minggu, 30 Agustus 2015

Entertainment

PTN Harus Revisi Seleksi Jalur Mandiri

Rabu, 12 Januari 2011 | 10:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Perguruan tinggi negeri (PTN) diminta merevisi jadwal seleksi calon mahasiswa baru yang diselenggarakan secara mandiri oleh setiap perguruan tinggi. Seleksi tersebut harus diselenggarakan setelah seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional Djoko Santoso, Selasa (11/1/2011) di Jakarta, mengatakan, pihaknya sudah memperingatkan rektor perguruan tinggi negeri yang berencana melakukan seleksi mandiri sebelum seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN). Rektor tidak bisa beralasan jadwal seleksi sudah terlanjur dibuat dan diumumkan.

”Revisi harus dilakukan. Bagaimana caranya, itu tugasnya rektor,” kata Djoko.

SNMPTN diperkirakan akan diselenggarakan pada 1-2 Juni 2011 dan pengumuman penerimaan sekitar 30 Juni 2011. Sebelum tanggal tersebut, perguruan tinggi negeri tidak diperkenankan menyelenggarakan seleksi mandiri dalam penerimaan calon mahasiswa baru.

”Belum ada yang melaksanakan seleksi mandiri, tetapi memang sudah ada yang mulai membuka pendaftaran. Tidak apa-apa. Yang penting ujiannya nanti setelah SNMPTN selesai,” kata Djoko.

Secara terpisah, Rektor Universitas Indonesia (UI) Gumilar Rusliwa Soemantri menekankan, pihaknya akan mengikuti ketentuan pemerintah tentang waktu pelaksanaan seleksi mandiri. Seleksi Masuk (Simak) UI 2011 akan dilaksanakan serentak pada 3 Juli 2011 dan pengumuman seleksinya pada 24 Juli 2011.

Sementara di Surabaya, Jawa Timur, Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Priyo Suprobo dan Wakil Rektor I Universitas Airlangga (Unair) Achmad Syahrani mengatakan, seleksi mandiri diselenggarakan pada sekitar Juli 2011.

Menurut Achmad Syahrani, mahasiswa baru yang diterima melalui SNMPTN sebanyak 60 persen, sedangkan sisanya melalui jalur mandiri. Penerimaan mahasiswa berbeasiswa Bidik Misi di Unair dan ITS dilakukan baik melalui jalur SNMPTN maupun jalur mandiri. Oleh karena itu, Priyo Suprobo berharap jalur pendaftaran mahasiswa beasiswa Bidik Misi bisa dilakukan bersamaan dengan SNMPTN, jalur undangan, dan jalur mandiri. (LUK/INA)

Editor : Latief
Sumber: