Jumat, 18 April 2014
Dari Fiksimini ke Lagu dan Film Mini
Sabtu, 11 Februari 2012 | 09:06 WIB
|
Share:

KOMPAS.com - Keterbatasan selalu melahirkan kreativitas. Pendapat itu memang ada benarnya. Tak percaya? Lihat saja, sepak terjang pemilik akun @agus_noor. Salah seorang penulis ternama di Indonesia ini menggagas forum kreatif di microblogging Twitter bernama @fiksimini. Lewat akun tersebut, sebuah proses tercipta dari para pecinta karya tulis fiksi.  

Mereka berkarya menciptakan karya fiksi meski dibatasi dengan ruang yang cuma sebatas 140 karakter. Dari sinilah lahir cerita-cerita fiksi yang ditulis dalam bentuk mini atau singkat, tidak lebih dari 140 karakter. Meski singkat,  tentunya di sana pembaca tetap memperoleh ”keluasan dan kedalaman kisah”.  

Dalam mengelola forum tersebut, @agus_noor tak bekerja sendiri. Dibantu @clara_ng, dia  memoderatori forum ini. Ruang ini menjadi ruang bersama bagi mereka yang ingin menumpahkan kreativitasnya di dunia tulis menulis.  Para penulis cukup membuat cerita fiksi mini dengan menyertakan mention  @fiksimini, dan kemudian tulisan yang masuk akan diseleksi oleh moderator, mana cerita yang layak terbit alias di-retweet (RT). Di setiap harinya terdapat topik @fiksimini yang berbeda, dan tulisan yang masuk harus dapat ditarik benang merah dari topik tersebut.

@agus_noor juga pernah menuliskan Diktum Fiksimini di blognya. Pertama, Menceritakan seluas mungkin dunia, dengan seminim mungkin kata. Kedua, Ibarat dalam tinju, fiksimini serupa satu pukulan yang telak dan menohok. Ketiga, Bila novel membangun dunia. Cerpen menata kepingan dunia. Fiksimini mengganggunya. Keempat, Fiksimini yang kuat ibarat granat yang meledak dalam kepala kita. Kelima, Ia bisa berupa kisah sederhana, diceritakan dengan sederhana, tetapi selalu terasa ada yang tidak sederhana di dalamnya.

Jadi Lagu dan Film

Bentuk kreativitas forum  @fiksimini tidak hanya berhenti sampai di tulisan saja. Dari cerita mini yang masuk kini  @fiksimini sudah dapat ditransformasikan ke dalam bentuk karya lain seperti lagu dan film. Kini sudah ada puluhan lagu dan film yang terlahir berdasar cerita yang ditulis pendek 140 karakter ini. Penulis sendiri, yang tergabung dalam fiksiminiers regional Solo, sudah pernah mencoba mentransformasikan @fiksimini hasil tulisannya menjadi sebuah film.

Film Fiksimini pertama penulis berjudul "Ternyata Masih Cinta" yang dikembangkan dari tulisan  @fiksimini berikut: “TERNYATA MASIH CINTA, cincin yang hilang dari jarinya ternyata ditelannya, biar masuk abadi di dlm hatinya walau jarak memisahkan @fiksimini”. Film berdurasi 3 menit 38 detik ini ternyata mampu mendapat apresiasi positif dari para penonton yang umumnya para fiksiminiers (panggilan bagi para pecinta fiksimini).
 
Apresiasi positif untuk film fiksimini pertama dari Fiksiminiers regional Solo ini menjadikan motivasi tersendiri bagi penulis untuk membuat film  @fiksimini kembali. Untuk film kedua, penulis berkreasi untuk memadukan antara film  @fiksimini dengan lagu mini (lagu dari Fiksimini).

One run shoot adalah konsep teknis awal yang penulis usung dalam film fiksimini kami kali ini yang berjudul “Diam”. Jadi dalam sepanjang film berdurasi 4 menit ini hanya ada satu shoot gambar dari rec-in sampai cut. Ini pengalaman pertama penulis memproduksi film one run shot seperti ini. Dan untuk desain produksinya-pun, penulis belajar hanya berdasar logika dari hasil analisis kami terhadap film-film dengan konsep serupa yang sudah terlebih dahulu diproduksi.

Film ini menghabiskan waktu lebih banyak untuk proses praproduksi ketimbang produksi dan pascaproduksinya. Sudah barang tentu, karena film ini hanya terdiri dari satu shoot saja, penulis bersama rekan-rekan fiksiminiers Solo yang terlibat diproduksi ini harus ekstra konsentrasi untuk menjadikan satu shoot ini sempurna. Kesalahan sedikit saja di tengah atau bahkan di akhir shoot, mengharuskan kami mengulangnya dari awal. Oleh karena itu untuk persiapannya kami sangat hati-hati dan teliti agar hasil yang didapat sesuai dengan harapan.

Selain one run shot, inovasi untuk film fiksimini kami kali ini adalah menggabungkan filmini dan lagumini ke dalam sebuah karya audio visual yang saling mendukung. Dan juga filmini dan lagumini ini juga berasal dari satu fiksimini yang sama yaitu: "DIAM. Mereka berdua hanya membisu saling tatap. Namun di lantai, bayangan mereka sudah saling akrab."

Untuk media film penggarapannya disutradarai langsung oleh penulis sendiri, @vianANT. Sedangkan untuk lagumini dan music director diserahkan kepada @AndilaRizky dan @FajarWR. Mulai dari pengembangan fiksimini menjadi lirik lagu dilakukan oleh mereka berdua. Tergabung dalam fiksiminiers_Solo kami pun menggandeng beberapa production house di Solo untuk mendukung terwujudnya film ini. Dan rekan-rekan yang terlibat adalah Biru Music studio, DEVAvideography, Garasi Indie, Asa Studio, dan KineKlub FISIP UNS.

Sama seperti film pertama kami, film Diam ini juga mendapat apresiasi yang luar biasa dari para fiksiminiers. Dua film fiksimini dari Solo berhasil masuk di 5 nominasi dalam festifal fiksimini bernyanyi dan membawa pulang 3 penghargaan. Tak hanya itu, terakhir film fiksimini Diam berhasil lolos masuk sebagai finalis di festival film bergengsi di Indonesia, Hellofest 8 Anima Expo. Tentu saja keberhasilan hasil karya  ini akan selalu memberi motivasi untuk selalu berkarya.(Novian Anata Putra

Editor :
Tri Wahono