Senin, 22 September 2014
Koran Inggris Publikasikan Foto Telanjang Pangeran Harry
Jumat, 24 Agustus 2012 | 09:31 WIB
|
Share:
AFP PHOTO/LEON NEAL
Pangeran Harry menghadiri penutupan Olimpiade London 2012, 12 Agustus. Pangeran Harry kembali membuat sensasi setelah foto-foto bugilnya saat berpesta di Las Vegas terkuak ke media Amerika Serikat.
LONDON, KOMPAS.com Sun menjadi koran Inggris pertama yang memublikasikan foto-foto telanjang Pangeran Harry saat berlibur di Las Vegas belum lama ini.

Pemilik Sun News International mengatakan, mereka memutuskan melakukan hal itu meski ada peringatan dari pengacara keluarga Kerajaan Inggris bahwa itu adalah pelanggaran privasi.

Sun mengatakan, foto-foto itu beredar di seluruh dunia dan pembaca mereka berhak untuk melihatnya serta bahwa hal ini merupakan ujian bagi kebebasan pers. Foto-foto tersebut berasal dari liburan akhir pekan yang dihabiskan sang pangeran dengan teman-temannya.

Dua foto Harry dan seorang wanita telanjang di kamar hotel diyakini diambil dengan kamera telepon Jumat pekan lalu di kamar hotel Harry.

Awalnya foto-foto itu dipublikasikan oleh situs berita hiburan Amerika Serikat TMZ awal pekan ini.

Pada edisi Jumat, Sun menulis dengan judul berita "Heir it is", yang merupakan permainan kata dengan arti "Inilah sang pewaris [takhta]". Alasan lain koran itu menerbitkannya lantaran foto telanjang Harry yang sudah dilihat di internet.

David Dinsmore, Redaktur Pelaksana Sun, mengatakan, harian itu telah "melakukan banyak diskusi" dan memutuskan untuk menampilkan foto-foto itu.

Ia menambahkan, "Bagi kami, ini adalah tentang kebebasan pers. Ini adalah tentang situasi yang lucu di mana sebuah foto bisa dilihat oleh ratusan juta orang di seluruh dunia di internet, tetapi tidak bisa dilihat di koran favorit negara ini, yang dibaca oleh delapan juta orang setiap hari."

"Ini adalah tentang melibatkan pembaca kami dalam diskusi dengan seorang pria yang berada di urutan ketiga pewaris tahta, sesederhana itu."

Dalam editorialnya, harian itu mengatakan bahwa foto-foto tersebut merupakan ujian penting bagi pers bebas Inggris.

Sumber :
BBC Indonesia
Editor :
Eko Hendrawan Sofyan