Minggu, 26 Oktober 2014
Michael da Lopez: Akapela, Musik Ramah Lingkungan
Rabu, 19 September 2012 | 06:58 WIB
|
Share:
KOMPASIMAGES
Michael da Lopez (paling kiri)

JAKARTA, KOMPAS.com -- Tanpa alat musik, grup akapela Jamaica Café mengklaim sebagai seniman ramah lingkungan. Hanya mengandalkan mulut dan kemampuan olah vokal, serta aksi panggung yang komunikatif, mereka mampu menghibur penonton.

”Sering ikut WWF pada acara-acara lingkungan membuat pikiran kami selalu mengaitkan sesuatu dengan kelestarian lingkungan. Karena itu, musik mulut kami pun bisa disebut musik ramah lingkungan,” kata Michael da Lopez (38), satu dari enam personel Jamaica Cafe, beberapa waktu lalu.

Saat itu Michael mengisi acara peluncuran buku Land of The Birds of Paradise oleh WWF Indonesia. Pemilik suara bariton ini dengan berapi-api menuturkan kisah ekspedisinya keluar-masuk hutan.

Beberapa waktu lalu, misalnya, Jamaica Café sebagai pendukung kehormatan WWF Indonesia diajak melihat langsung hutan tropis di Kalimantan Timur.

”Dari Tarakan kami naik speed boat empat jam ke Malinau. Setelah itu kami lewat sungai berjam-jam lagi, luar biasa hutan kita,” ujar guru vokal pada beberapa sekolah musik di Jakarta ini.

Sepulang dari kunjungan itu, mereka menuangkan kekaguman tersebut dalam sebuah lagu yang albumnya akan diluncurkan awal Oktober 2012. Album yang belum diberi nama itu berisi 10 lagu ciptaan mereka. Ini akan menjadi album kedua mereka setelah Musik Mulut. (ICH)

Sumber :
Kompas Cetak
Editor :
Eko Hendrawan Sofyan