Sabtu, 25 Oktober 2014
Diprotes, Hanung Tarik Film "Cinta Tapi Beda"
Penulis : Ichsan Suhendra | Minggu, 6 Januari 2013 | 07:35 WIB
|
Share:
KOMPAS Images/TRIBUN JAKARTA/JEPRIMA
Para pemain film Cinta Tapi Beda, Ayu Dyah Pasha, Reza Nangin, Agni Pratistha Arkadewi Kuswardono, dan Hudson Prananjaya, serta sutradara Hanung Bramantyo (dari kiri ke kanan) berfoto bersama saat bertemu pers di Bellys Clan, Grand Intiland, kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (12/11/2012). Film itu berkisah tentang percintaan dengan latar belakang perbedaan agama dan akan mulai ditayangkan di gedung-gedung bioskop pada 27 Desember 2012.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sutradara Hanung Bramantyo kembali menarik film garapannya. Kali ini, setelah mendapat protes dari Ketua Bidang Perdagangan DPP KNPI, M Rafik terkait beredarnya film berjudul Cinta tapi Beda.

M Rafik menilai ada indikasi pemutarbalikan fakta. Pada film itu digambarkan, seorang perempuan Minang berpacaran dengan seorang lelaki Jawa yang berbeda keyakinan dan hendak menikah. Menurut Rafik, mengacu ke adat Minangkabau, jika seorang Minang berganti keyakinan, orang itu akan dianggap bukan orang Minang lagi.

Hanung, yang didaulat menjadi penanggung jawab film tersebut, memilih menarik film yang beredar sejak 27 Desember 2012 itu dari peredaran. Suami dari Zaskia A Mecca ini menghindari polemik yang berkelanjutan.

"Terakhir sampai 120 ribu (penonton). Antusias mereka memang besar. Tapi, daripada kontroversi ini semakin meluas, lebih baik diturunkan. Pokoknya, hari ini terakhir film itu tayang," jelasnya saat ditemui di Plaza fX, Jakarta, Sabtu (5/1/2013).

Hanung sudah memperingatkan Ram Punjabi sebagai produser sejak jauh hari. Kata Hanung, begitu namanya dipampang dalam posternya, film tersebut hanya bertengger di gedung bioskop dalam waktu yang singkat.

"Saya sudah bilang kepada produser, ketika kamu memasang nama saya, maka film ini tidak akan bertahan lama, karena masyarakat kita semakin pintar. Kalau memasang nama saya, akan kontroversi," paparnya.

Hanung bukan kali ini saja mendapat protes. Dengan film garapannya yang berjudul Tanda Tanya (?), ia juga mendapat protes dari salah satu ormas. Film itu bisa beredar setelah Hanung menemui MUI dan memotong beberapa bagian filmnya.

Editor :
Tri Wahono