Selasa, 21 Oktober 2014
Babe "Stand Up Comedy Indonesia" Berawal dari Jebakan
Penulis : Irfan Maullana | Senin, 1 April 2013 | 21:35 WIB
|
Share:
KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA
Priya Prayogha Pratama atau Babe Cabiita berkunjung ke kantor Redaksi Kompas.com di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah, Jakarta Pusat, Senin (1/4/2013). Babe merupakan salah satu komika yang masuk dalam babak lima besar Stand Up Comedy Indonesia Season 3.

JAKARTA, KOMPAS.com -- Komika asal Medan, Priya Prayogha Pratama atau Babe Cabiita, tak akan dikenal sebagai salah satu kontestan yang berhasil menembus babak lima besar Stand Up Comedy Indonesia Season 3 (SUCI 3), andai ia tak dijebak dalam sebuah kesempatan open mic.

"Awalnya dijebak. Jadi, ada EO (event organizer ) di Medan yang punya ide, 'Kayaknya keren nih bikin stand up comedy di Medan.' Mereka nekat asal buat-buat saja, tapi belum ada komikanya. Akhirnya, asal cari-cari aja buat komikanya. Kebetulan, waktu itu banyak dari penyiar radio yang diambil," cerita Babe ketika berkunjung bersama empat komika lainnya ke kantor Redaksi Kompas.com, Jakarta, Senin (1/4/2013).

Babe, yang biasa ngebanyol lewat kicauan di Twitter, kemudian terjaring untuk mengisi open mic tersebut. "Kebetulan di Medan, lewat Twitter, aku suka ngebanyol. Kebetulan, ada penyiar radio yang follow aku. Jadi, ya sudah akhirnya aku di-mention sama dia, disuruh datang. Enggak tahunya, aku dijebak langsung maju open mic, 'Ah beraninya di Twitter aja, coba maju.' Dari situ, terus main, sampai akhirnya keterusan," kenangnya.

Tampil dari satu panggung ke panggung lain, Babe kian tertempa. Selanjutnya, ia sampai juga ke open mic di Jakarta dan mengikuti SUCI 3.

"Diboyong ke Jakarta itu karena awalnya ada komika asal Medan yang duluan ikut Stand Up Comedy Indonesia yang pertama, tapi yang pertama keluar (tersisih) juga. Setelah keluar, dia terus berjuang sampai sedemikian lucunya, sampai akhirnya dia dibuatkan show sendiri, Rasa Medan namanya. Dari situ aku ikut main di sana sampai akhirnya ikut SUCI," ceritanya lagi.

Babe biasa membuat materi lawakan dari pengalaman hidupnya, termasuk tak kunjung lulus setelah enam tahun berkuliah. "Aku ngebuat joke lebih ke kehidupan sehari-hari. Jadi, lebih enak bawain ceritanya dibanding kalau (sengaja membuat materi) joke yang harus mikir lagi. Termasuk (lelucon) soal kuliah itu. Tapi, alhamdulillah, sekarang sih sudah lulus," katanya.

Editor :
Ati Kamil