Sabtu, 26 Juli 2014
Di Tangan Pemusik Ini, Amarah Arya Wiguna Jadi Lagu
Penulis : Irfan Maullana | Kamis, 25 April 2013 | 22:04 WIB
|
Share:
Arya Wiguna (kanan) meluapkan emosinya dalam jumpa pers yang diadakan oleh Adi Bing Slamet (kiri) terkait perseteruannya dengan Eyang Subur.

JAKARTA, KOMPAS.com — Dari sederet video plesetan Arya Wiguna mengamuk kepada Eyang Subur yang bisa ditonton lewat Youtube, ada yang tak ubahnya video lagu. Video berjudul "Demi Tuhan" itu karya Eka Gustiwana Putra. Eka menggarap ucapan-ucapan marah mantan murid Subur itu terhadap sang guru menjadi nyanyian beriringan musik.

Eka merupakan seorang pencipta lagu dan programmer yang bekerja di perusahaan rekaman musik Trinity Optima Production. Ia telah mencipta sejumlah lagu untuk Nikita Willy ("Kutetap Menanti" dan "Lebih Dari Indah"), Maudy Ayunda ("Kusimpan dalam Mimpi" dan "Aku Percaya"), dan Babydoll ("Jangan Buru-buru").

Eka mengaku tak berani menyebut video lagu bikinannya itu merupakan video parodi. "Kalau dibilang parodi, saya enggak berani, karena lebih banyak seriusnya daripada lucunya. Mungkin lebih tepatnya sebagai kreativitas musikal," kata Eka dalam wawancara per telepon dengan Kompas.com di Jakarta, Kamis (25/4/2013).

Menurut Eka, ia membuat video tersebut semata untuk menuangkan kreativitasnya. "Jadi (Arya melawan Subur) memang lagi ramai, lagi heboh. Mumpung seperti itu, saya buru-buru ambil rekaman videonya (Arya mengamuk), terus mulai saya edit," ujar Eka.

Agar hasil editing-nya lebih menarik, suara Arya yang datar dan meledak-meledak dikalibrasi oleh Eka sehingga menjadi nada-nada dalam nyanyian.

"Setiap manusia, sekalipun teriak, pasti ada nadanya. Nah, ini yang saya atur lagi, saya aransemen vokalnya. Terus, saya tambahi musik ciptaan saya sehingga jadi lagu seperti yang bisa kita dengar," jelasnya.

"Lagu, musik, semua ciptaan saya, kecuali lirik (maksudnya kalimat-kalimat yang diucapkan oleh Arya)," lanjutnya.

Meski sampai sekarang videonya sudah ditonton tak kurang dari 189.635 kali, Eka mengaku bahwa hasil kreativitasnya itu masih seadanya.

"Hasil dua malam pengerjaan itu masih seadanya karena kalau telat nanti keburu sepi (minat publik). Tapi, kalau dibilang hasilnya sudah bagus, ya terima kasih," ucapnya.

"Tapi, seandainya nanti Arya Wiguna pengin yang lebih bagus, saya terbuka, dan siap membuat yang bagus," ujarnya.

Editor :
Ati Kamil