Senin, 22 September 2014
AS Akan Mempersenjatai Pemberontak Suriah
Jumat, 14 Juni 2013 | 14:20 WIB
|
Share:
REUTERS/Mohamed Azakir
Pemandangan kota Al-Qusair di Suriah setelah direbut kembali dari tangan pasukan oposisi oleh pasukan gabungan Pemerintah Suriah dan milisi Hezbollah dari Lebanon, Rabu (5/6). Tampak para prajurit Suriah dan kendaraan lapis baja mereka di dekat tugu jam dengan bendera Suriah berkibar di puncaknya.
TERKAIT:

WASHINGTON, KOMPAS.com — Presiden Barack Obama telah mengotorisasi pengiriman sejumlah senjata AS kepada pemberontak Suriah. Senjara-senjata itu akan merupakan pengiriman pertama dan bagian dari sebuah paket baru dukungan militer AS terhadap oposisi dalam perjuangan untuk menggulingkan Presiden Suriah, Bashar al-Assad. Demikian kata sebuah sumber yang dekat dengan masalah ini, Kamis (13/6/2013) waktu setempat, sebagaimana dilaporkan kantor berita Reuters.

Belum ada penjelasan tentang jenis persenjataan yang akan diberikan atau kapan senjata-senjata itu akan dikirimkan. Gedung Putih sebelumnya mengatakan bahwa Obama telah menyetujui bantuan militer langsung terhadap para pemberontak yang terkepung, tetapi menolak untuk memberikan rincian atau mengatakan apakah bantuan itu akan berupa peralatan yang mematikan.

Hari Kamis, AS memastikan bahwa rezim Bashar al-Assad telah menggunakan senjata kimia terhadap pemberontak. Penggunaan senjata kimia merupakan "garis merah", semacam garis batas toleransi, bagi tindakan yang ditetapkan Presiden Barack Obama.

Pasukan Assad beberapa kali menggunakan gas saraf sarin "skala kecil" dalam melawan oposisi, yang menyebabkan 100 sampai 150 orang tewas, kata Ben Rhodes, wakil penasihat keamanan nasional Obama, kepada wartawan dalam sebuah konferensi per telepon.

AS telah meningkatkan bantuan kepada oposisi Suriah, termasuk bantuan yang memiliki "tujuan militer langsung di lapangan", kata Rhodes, tanpa memberi penjelasan lebih lanjut. Ia menolak untuk mengatakan apakah hal itu akan mencakup senjata. "Kami tidak dapat memberikan inventarisasi apa sebenarnya yang mencakup lingkup dari bantuan itu," kata Rhodes. Dia mengatakan, AS "belum membuat keputusan untuk mendesak" pembentukan zona larangan terbang di atas Suriah. Kami sudah menyiapkan banyak kemungkinan," katanya.

Obama berulang kali mengatakan bahwa penggunaan senjata kimia oleh rezim Assad akan menjadi "garis merah" bagi AS. Pemerintah AS telah menahan diri untuk tidak mengirim senjata, sebagian karena kekhawatiran bahwa senjata-senjata itu bisa jatuh ke tangan kelompok radikal Islam di dalam oposisi.

Pekan lalu, rezim Assad merebut kota strategis Qusair. Hal itu membuat pasukan pemerintah mengendalikan jalan yang mengarah dari Damaskus ke Lebanon. Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, yang berbasis di Inggris, mengatakan, pasukan Suriah kini mengubah fokus mereka ke kota Homs, basis pemberontak yang berjarak 30 kilometer di sebelah timur laut Qusair.

Dalam langkah untuk meningkatkan dukungan terhadap para pemberontak, AS pada Rabu membebaskan pembatasan pada beberapa jenis barang ekspor di wilayah yang dikuasai oposisi Suriah guna membantu orang di sana bertahan hidup dan memulihkan keadaan.

Kepastian bahwa senjata kimia telah digunakan "menambahkan unsur urgensi" untuk membantu para pemberontak, kata Rhodes.

AS telah membiarkan negara-negara lain, seperti Arab Saudi dan Qatar, memasok sejumlah senjata bagi pemberontak dan baru-baru ini memulai usaha untuk menyalurkan semua bantuan lewat Idris dalam upaya untuk memastikan hanya sedikit senjata yang jatuh ke tangan ekstremis. Pada saat yang sama, AS mendorong sebuah rencana untuk mengadakan perundingan antara pemberontak dan rezim tentang transisi politik.

Konfirmasi terbuka itu muncul sehari setelah para pejabat teras keamanan nasional AS bertemu di Gedung Putih untuk membahas opsi yang mungkin, termasuk mempersenjatai pemberontak Suriah.

Sumber :
Reuters
Editor :
Egidius Patnistik