Jumat, 24 Maret 2017

Entertainment

Para Selebriti Berlindung di Balik Syal "Anti-Paparazzi"

Just Jared Penyanyi Joe Jonas mengenakan syal ISHU saat menghadiri Sundance Film Festival pada Januari 2016 lalu.

KOMPAS.com - Tidak semua pesohor suka menjadi pusat perhatian di luar pekerjaannya. Karena itu keberadaan paparazzi menjadi momok tersendiri bagi mereka.

Para paparazzi kerap "menyerbu" para bintang yang sedang menikmati waktu bersama orang-orang terdekat, seperti keluarga, pacar, atau sekadar berbelanja.

Inovasi seorang desainer muda asal Belanda ini mungkin bisa menjadi solusi bagi para selebritas dalam menghadapi tingkah paparazzi.

Solusi itu bernama syal ISHU. Desainernya, Saif Siddiqui, mengatakan syal itu dirancang itu "mengembalikan privasi seseorang". Syal ini bahkan dijuluki "invisible cloak" atau mantel ajaib Harry Potter.

Syal itu dibuat dari material yang memantulkan cahaya kamera, sehingga foto yang dihasilkan menjadi gelap. Yang terlihat jelas hanya syal tersebut. Sayangnya, syal ISHU tidak efektif jika fotografernya tidak menggunakan flash.

Sejumlah pesohor sudah membuktikan klaim Siddiqui, termasuk aktris Cameron Diaz, penyanyi Joe Jonas dan Nick Jonas, aktor Jeremy Piven, produser musik Major Lazer, dan bintang Bayern Munich Jerome Boateng.

Ide pembuatan syal itu berawal ketika desainer berusia 28 tahun itu mengunjungi keluarganya di Amsterdam pada tahun 2009. Ketika itu seorang temannya memotretnya menggunakan kamera ponsel iPhone di depan deretan sepeda.

"Ternyata dia melihat reflektor sepeda itu memanipulasi cahaya dari kamera ponsel sehingga mengaburkan wajah yang dipotret," kata keterangan dalam laman ISHU.

"Dia langsung menyadari jika hal itu dikembangkan menjadi produk yang tepat, fitur itu akan menjadi solusi ideal dan saat ini sudah tersedia untuk umum yang ingin  melindungi saat-saat pribadinya."

Siddiqui kemudian membentuk tim pakar untuk mengutak-atik ilmu cahaya dan pantulan, dan bagaimana memadukan teknologi dengan mode."

"Syal ISHU secara efektif membantu seseorang mengendalikan mana foto dan video yang boleh diambil," kata Siddiqui kepada Decoded Magazine.

"Tidak akan ada lagi foto-foto atau video yang tidak diinginkan tersebar melalui Snapchat, Instagram, atau Facebook. Sekarang setiap orang membawa ponsel yang memiliki kamera bagus," lanjut perancang keturunan India itu.

Ia juga mengunggah foto sejumlah pesohor, salah satunya Paris Hilton, sedang mengenakan syal tersebut pada akun Twitter-nya. Dalam foto-foto itu tampak hasil foto dengan tanpa flash dan dengan flash.

Menurut Telegraph, saat ini syal gaib ini habis terjual, tetapi yang berminat bisa memesannya secara online dengan harga 289 poundsterling atau sekitar Rp 5 juta.

Editor : Kistyarini
Sumber: Telegraph,

EVENTS