Tanggomo, Tradisi Lisan Gorontalo Semakin Ditinggalkan Petuturnya - Kompas.com

Tanggomo, Tradisi Lisan Gorontalo Semakin Ditinggalkan Petuturnya

Kontributor Gorontalo, Rosyid A Azhar
Kompas.com - 20/07/2017, 15:01 WIB
Anis Husain, seorang pelaku tradisi lisan Tanggomo yang tersisa di Gorontalo. Tanggomo adalah penyampai pesan yang dibawakan dengan cara dilakukan dan susunan kalimatnya memiliki rima.KOMPAS.COM/ROSYID AZHAR Anis Husain, seorang pelaku tradisi lisan Tanggomo yang tersisa di Gorontalo. Tanggomo adalah penyampai pesan yang dibawakan dengan cara dilakukan dan susunan kalimatnya memiliki rima.

GORONTALO, KOMPAS.com  -  Tradisi lisan Tanggomo semakin sulit ditemukan di Provinsi Gorontalo. Jika ditemukan, penuturnya sudah berusia lanjut.

Dikhawatirkan dalam jangka waktu tidak lama tradisi lisan yang berfungsi sebagai media penyampai informasi ini akan benar-benar ditinggalkan warga.

Di Kabupaten Gorontalo Utara, hanya sedikit orang tua yang mampu menuturkan tradisi lisan ini. Salah satunya adalah Anis Husain, seorang penjaga kantor dan pemulung.

“Kami sangat khawatir Tanggomo benar-benar ditinggalkan orang Gorontalo,” kata Suwanti, staf Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Rabu (19/7/2017).

Salah satu yang menjadi kendala dalam pelestarian Tanggomo ini adalah kemampuan penguasaan Bahasa Gorontalo yang lemah pada generasi muda.

Tradisi lisan tanggomo memiliki rima yang beraturan sebagai mana pantun, sehingga pemilihan kata sangat menetukan kemampuan seseorang dalam membawakan Tanggomo.

Menyikapi semakin sedikitnya penutur Tanggomo, Badan Pengembangan dan pembinaan Bahasa melakukan pelatihan bagi sejumlah siswa di kabupaten Gorontalo Utara. Pelatihan ini dilaksanakan beberapa hari pada bulan Juli ini.

“Pelatihan ini melibatkan pelatih dari Duta Bahasa Gorontalo dan petanggomo senior, Anis Husain,” tutur Suwanti.

Sementara itu pakar tradisi lisan Gorontalo, Nani Tuloli mengatakan, pelatihan bagi siswa ini merupakan upaya revitalisasi yang memiliki nilai strategis dalam pemertahanan tanggomo.

“Tanggomo itu pers pada masanya, petanggomo adalah pewarta yang mencari berita dan diceritakan kepada masyarakat di tempat lain dengan cara yang menarik. Apa yang disampaikan adalah fakta,” kata Nani Tuloli.

PenulisKontributor Gorontalo, Rosyid A Azhar
EditorKistyarini
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM