Mendikbud Kenalkan Indonesia Raya Tiga Stanza - Kompas.com

Mendikbud Kenalkan Indonesia Raya Tiga Stanza

Jodhi Yudono
Kompas.com - 29/08/2017, 22:52 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menolak usulan Ketua Kwaran Nasional Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault agar Gerakan Pramuka dinaungi kementeriannya. Jakarta, Senin (21/8/2017).KOMPAS.com/ MOH NADLIR Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menolak usulan Ketua Kwaran Nasional Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault agar Gerakan Pramuka dinaungi kementeriannya. Jakarta, Senin (21/8/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com--Awali Senin pagi (28/8/2017), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengenalkan Lagu Indonesia Raya Tiga Stanza. Teristimewa, pengenalan ini berlangsung di sekolah yang digagas oleh sastrawan kenamaan Indonesia Sutan Takdir Alisjahbana, yaitu Sekolah Menengah Atas (SMA) Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan Manggarai.

“Ini merupakan upacara bendera terbaik yang pernah saya kunjungi, yang ditampilkan wujud proses kegiatan belajar mengajar dengan membentuk karakter siswa sudah sangat baik,” ujar Menteri Muhadjir di SMA Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan (YMIK) Manggarai, Jakarta Selatan, Senin (28/8/2017).

Menurutnya, rangkaian kegiatan YMIK menjadi penanaman kegiatan disiplin, menanamkan cinta tanah air, dan menghormati nilai-nilai yang dirintis pendiri agar bisa berjalan dengan baik.

Menilik tradisi pendirian, Menteri yang menjabat sejak 27 Juli 2016 pun berpesan agar para siswa memiliki kebanggaan tersendiri. “Sekolah ini dirintis oleh Sutan Takdir Alisjahbana ikut menentukan perkembangan pendidikan dan kebudayaan Indonesia, maka seharusnya kamu bangga sebagai almamater YMIK karena didirikan pelopor kemerdekaan Indonesia,”ujarnya.
 
Kebanggaan itu, lanjut Mendikbud, harus diisi dengan semangat dan kemampuan yang tangguh, agar bisa ikut maju dan memenangkan persaingan dengan negara lain.

“Ingat, Indonesia memiliki jumlah penduduk terbesar keempat di dunia, harus bekerja dengan lebih keras dan mengukur yang sudah dilakukan. Kalau masih berada di bawah kemampuan dengan negara lain harus berusaha lebih lagi, jangan putus asa,” ujarnya.

Devira Angel, siswi kelas XI MIA, mengungkapkan antusiasme kunjungan RI-27 tersebut. “ Saya sudah tahu kalau Menteri mau datang di hari Kamis kemarin, perasaan senang karena menjadi salah satu sekolah swasta yang dipilih untuk dikunjungi,”ujar Devira.

Devira, yang juga penampil lagu medley daerah bersama Ekstrakurikuler Kesenian, pun berbagi mengenai Lagu Indonesia Raya Tiga Stanza di sekolahnya.

“Ada imbauan soal menyanyikan lagu Tiga Stanza di sekolah sebulan yang lalu, kami pun latihan menyanyikan lagu itu supaya lekas hapal,” ungkapnya.

Usai upacara bendera, Tim Pengerek Bendera Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) YMIK menjelaskan ada perbedaan signifikan saat bertugas dengan Lagu Indonesia Raya Tiga Stanza.

“Ini lagunya lebih panjang, jadi perlu trik khusus agar tepat waktu bendera merah putih berkibar di atas denhan penghabisan lagu Indonesia Raya Tiga Stanza,” ujar Bagas Husein Dunggio. Trik itu, lanjut Bagas, dengan menghitung lebih lambat saat menarik bendera.

Siswa yang tergabung ke dalam ekstrakurikuler Paskibraka ini mengakui tak menemukan kesulitan berarti. “Tadi sempat grogi karena langsung di depan Menteri, tapi bisa teratasi karena mengingat semua latihan-latihan yang sudah dilakukan,” tutupnya.
 
YMIK merupakan sekolah yang didirikan cendekiawan Indonesia di tahun 1946, yaitu Sutan Takdir Alisjahbana, Sumitro Djojohadikusumo, HB Jassin. Sekolah ini berdiri tahun 1975 dengan nama Perkumpulan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan.

PenulisJodhi Yudono
EditorJodhi Yudono
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM