"Satu Hari Nanti", Ungkap Kegelisahan Anak Muda di Swiss - Kompas.com

"Satu Hari Nanti", Ungkap Kegelisahan Anak Muda di Swiss

Tri Susanto Setiawan
Kompas.com - 15/11/2017, 13:37 WIB
Para pemain, sutradara, dan produser film Satu Hari Nanti ketika meluncurkan teaser trailer dan poster resmi film tersebut di A Qubicle Center, Jalan Senopati, Jakarta Selatan, Rabu (15/11/2017).KOMPAS.com/Tri Susanto Setiawan Para pemain, sutradara, dan produser film Satu Hari Nanti ketika meluncurkan teaser trailer dan poster resmi film tersebut di A Qubicle Center, Jalan Senopati, Jakarta Selatan, Rabu (15/11/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Rumah Film dan Evergreen Pictures menggarap bersama film drama berjudul Satu Hari Nanti.

Film yang disutradarai oleh Salman Aristo itu mengisahkan kegelisahan anak muda dalam membangun sebuah komitmen di Swiss, baik dalam lingkup cinta, keluarga, dan pekerjaan.

Mereka adalah Alya ( Adinia Wirasti), Din ( Ringgo Agus Rahman), Chornia ( Ayushita), dan Bima ( Deva Mahendra).

Hal itu diungkapkan oleh Salman saat meluncurkan teaser trailer dan poster resmi di A Qubicle Center, Jalan Senopati, Jakarta Selatan, Rabu (15/11/2017).

"Poinnya perjalanan mencari esensi dari itu semua. Milenial membuang resource mereka untuk beli pengalaman. Mereka mementingkan perjalanan, pemetaan itu terlihat dari media sosial. Generasi itu berbicara seperti itu," ujarnya.

Salman yang bertindak pula sebagai penulis skenario ingin mengaplikasikan gejala yang ia amati dari media sosial melalui sebuah film.

Ia ingin menjelaskan kehidupan sehari-hari fenomena itu tetapi dengan latar belakang negeri seberang. Pilihan akhirnya jatuh ke Swiss.

Meski demikian, Salmaan menjelaskan bahwa cerita semata bukn terletak pada keelokasn Swiss, melainkan pada cerita dan karakternya.

[Baca juga : Deva Mahenra Akan Unjuk Kebolehan dalam Satu Hari Nanti]

"Swiss indah ya memang apa adanya. Namun, membangun cerita yang indah itu yang sedang kami jalani. Bisa dibilang, Swiss hanya sebatas latar, cerita tetap berjalan sebagaimana mestinya," ucap dia.

Proses produksi sendiri dilakukan 100 persen di Swiss selama 26 hari pada akhir 2016. Beberapa lokasi terkenal seperti Thun, Danau Interlaken, Zurich, Bern, Gunung Jungfraujoch menjadi tempat proses pengambilan gambar.

PenulisTri Susanto Setiawan
EditorKistyarini
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM