Perubahan Fisik Tak Terduga Saat Hamil

Kompas.com - 03/11/2010, 17:51 WIB
EditorDini

KOMPAS.com - Saat hamil dan setelah melahirkan, Anda akan mengalami berbagai perubahan fisik yang mengejutkan. Jari tangan dan kaki terlihat bengkak (Anda harus melepas cincin kawin karenanya!), payudara membesar, wajah menjadi berjerawat, dan stretch mark mulai bermunculan. Tetapi hal-hal seperti ini mungkin sudah Anda antisipasi. Di luar kondisi tersebut, ada beberapa perubahan yang terjadi, yang mungkin luput disampaikan oleh teman-teman atau keluarga Anda yang lebih dulu hamil dan melahirkan. Anda ingin tahu? Siap-siap ya:

1. Lebih mudah mengatur berat badan saat hamil, daripada setelah melahirkan
Banyak perempuan kesulitan untuk menurunkan berat badan setelah melahirkan. Hal ini disebabkan mereka tidak berdiet dan berolahraga ketika sedang hamil. Yang dimaksud diet memang bukan mengurangi porsi makan, tetapi lebih pada memilih jenis makanan yang sehat. Akibatnya, berat badan melonjak, dan jauh lebih berat untuk diturunkan setelah sembilan bulan kemudian.

Untuk menghindari hal ini, tetaplah berolahraga selama Anda hamil. Pilih olahraga yang tidak menimbulkan benturan atau kontraksi pada perut. Misalnya, yoga atau berenang. Lanjutkan latihan ini setelah Anda melewati masa nifas. Jangan lupa, latih diri Anda untuk memberikan ASI, karena proses menyusui juga bisa membakar kalori. Tetapi, hal ini juga tidak berlaku untuk semua orang.

Ketika Anda justru akan menambah berat badan meskipun menyusui, hal ini bisa disebabkan oleh tiga hal. Anda kekurangan tidur, sehingga akhirnya ngidam makanan berat (karbohidrat) dan makanan manis sepanjang hari (karena Anda mengira bisa menambah energi). Kemudian, bila ada waktu, Anda lebih memilih tidur ketimbang berolahraga. Terakhir, Anda mungkin juga tak punya waktu untuk menyiapkan menu makan yang sehat, sehingga cenderung makan apa yang ada saja.

2. Garis yang menurun di tengah perut ternyata tidak langsung hilang
Memang tak semua orang mendapatkan linea nigra, atau garis kecoklatan yang menurun dari pusar ke arah vagina ini, tapi kebanyakan orang mengalaminya. Bagi sebagian orang, garis ini dirasa lebih mengganggu daripada stretch mark. Dokter biasanya akan mengatakan bahwa garis itu akan hilang sendiri. Anda bisa saja sih, mencoba menggunakan krim penghilang noda hitam atau krim pengelupas. Tetapi memangnya Anda akan punya waktu untuk itu?

3. Rambut Anda akan rontok setelah melahirkan
Jumlahnya jauh lebih banyak daripada ketika Anda mengalami kerontokan yang biasa. Menurut Sandra Johnson, seorang ahli dermatologi, hal ini disebabkan karena selama kehamilan perubahan kadar hormon bisa menyebabkan rambut Anda berada dalam fase istirahat lebih lama, sehingga kerontokannya lebih sedikit daripada saat tidak hamil.

Setelah melahirkan, hormon kembali normal (sekitar 12 minggu setelah persalinan). Saat inilah Anda harus siap menerima kerontokan yang akan terjadi. Rontok bisa dianggap normal ketika jumlahnya 100-125 helai rambut tiap hari. Namun setelah melahirkan, Anda bisa kehilangan sekitar 500 helai per hari!

Tetapi, tenang saja, Anda tidak akan menjadi botak, kok. Dalam waktu enam bulan akan mulai tumbuh "baby hair" di garis rambut Anda, tanda bahwa rambut Anda mulai tumbuh. Anda bisa mendapatkan ketebalan rambut Anda kembali, namun teksturnya mungkin lebih bergelombang, lebih lurus, lebih kering, atau lebih berminyak.

Meskipun demikian, Anda tak perlu mengkhawatirkan segala perubahan fisik yang Anda alami. Selain sifatnya hanya sementara, kehadiran seorang anak yang telah lama Anda nantikan lebih patut disyukuri, kan?



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X