KPI: Sanksi Silet Bisa Ditingkatkan

Kompas.com - 16/11/2010, 19:21 WIB
EditorEko Hendrawan Sofyan

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dapat meningkatkan sanksi yang telah diberikan kepada program infotainment Silet di RCTI terkait tayangan seputar bencana letusan Gunung Merapi dua pekan lalu. Tayangan itu dinilai telah menyesatkan publik.

Ketua KPI Pusat Dadang Rachmat Hidayat, mengatakan peningkatan sanksi dapat diberikan jika pihak Silet tidak melaksanakan keputusan KPI. Sanksi dari KPI yang belum dilaksanakan pihak Silet yakni penghentian tayangan sementara hingga pencabutan status siaga Gunung Merapi serta permohonan maaf di media cetak.

"Hukuman dapat ditingkatkan melihat bagaimana tingkat pemenuhan dari sanksi. Tapi kita belum putuskan apakah ini jadi dasar peningkatkan sanksi. Itu mungkin-mungkin saja," ucap Dadang seusai berkonsultasi dengan pihak Bareskrim Polri di Mabes Polri, Selasa (16/11/2010).

Dadang menjelaskan, peningkatan sanksi berupa pengurangan waktu tanyangan program bermasalah atau pengurangan waktu siaran lembaga penyiaran yang menayangkan program bermasalah itu. "Pengurangan waktu siar misalnya dari 24 jam jadi 20 jam. Mungkin juga bisa denda. Tapi masalah denda belum diatur dalam ketentuan lebih lanjut," jelas Dadang.

Dalam pertemuan dengan pihak Bareskrim, kata Dadang, pihaknya berkonsultasi untuk mengambil langkah hukum. Langkah itu diambil jika pihaknya memiliki bukti-bukti kuat yang baru akan dikumpulkan. Jika tidak cukup kuat, langkah hukum tidak akan diambil.

Seperti diberitakan, pihak Silet belum melaksanakan sanksi lantaran masih mengajukan keberatan ke pihak KPI. Kini, KPI telah melayangkan surat yang intinya menolak keberatan pihak Silet.

 

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X