Setelah Benyamin, Basuki, Kini Adjie

Kompas.com - 05/02/2011, 11:37 WIB
EditorAti Kamil

JAKARTA, KOMPAS.com — Meninggalnya aktor Adjie Massaid menambah  catatan sejumlah artis yang pergi meninggalkan kita, keluarga, kerabat, dan sahabatnya tanpa pesan, di tengah melakoni kegemaran bermain sepak bola. Publik tentu masih ingat wafatnya dua bintang sinetron seri Si Doel Anak Sekolahan ketika menjalani aktivitas di lapangan sepak bola. Mereka adalah aktor dan tokoh budayawan Betawi Benyamin Sueb dan pelawak juga aktor, Basuki.

Seperti halnya model dan artis peran yang menjadi politisi, Adjie Massaid, Benyamin, dan Basuki dalam kondisi sehat walafiat sebelum ajal menjemput. Basuki, anggota Srimulat yang namanya bertambah moncer ketika main dalam Si Doel Anak Sekolahan, meninggal pada 12 Desember 2007 kira-kira pukul 19.00 WIB sehabis bermain futsal dengan rekan-rekannya. Setelah mengeluh sakit di dada dan jatuh pingsan, ia sempat dilarikan ke Rumah Sakit Melia Cibubur, Jakarta Timur. Namun, nyawanya tak berhasil ditolong.

Basuki terlahir dengan nama Agus Basuki bin Suwito Hadiwiryono lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 5 Maret 1956. Ia meninggal pada usia 51 tahun. Mengawali kariernya sebagai seorang pelawak dan bergabung dengan Srimulat. Ia juga kerap menjadi amunisi pengocok perut ketika tampil dalam acara Ketoprak Humor, yang rutin ditayangkan salah satu stasiun televisi swasta.

Pada 1992, aktor Rano Karno mengajaknya untuk memperkuat Si Doel Anak Sekolahan. Perannya diperhitungkan hingga akhirnya Rano, pemain sekaligus sutradara sinetron seri tersebut, menjadikannya pemain tetap sampai musim tayang keempat.

Jauh sebelumnya, nasib tragis juga dialami oleh Bang Ben, sebutan Benyamin Sueb. Lelaki asal Kemayoran, Jakarta, yang lahir pada 5 Maret 1939, itu meninggal pada usia 56 tahun usai bermain sepak bola di kampungnya. Pemeran Bang Sabeni dalam sinetron seri yang sama tersebut sempat pingsan dan koma beberapa hari. Dalam perawatannya di rumah sakit, ia akhirnya dinyatakan meninggal pada 5 September 1995.

Benyamin dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta, bersebelahan dengan makam aktor Bing Slamet, yang dianggapnya sebagai guru, sahabat, dan sosok yang sangat memengaruhi hidupnya. Semasa kariernya, Benyamin dikenal sebagai aktor, pelawak, sutradara, dan penyanyi. Dalam industri musik, puluhan album telah dibuatnya. Prestasi serupa juga berlaku di dunia akting. Tercatat lebih dari 53 film telah dibintanginya. Ia juga pernah meraih Piala Citra sebagai Pemeran Utama Terbaik atas penampilannya dalam film Intan Berduri.

Kini, ketiga figur publik itu telah pergi meninggalkan jejak prestasi yang layak diingat. Seperti halnya Benyamin dan Basuki, Adjie juga patut dikenang karena prestasinya. Tak hanya di panggung hiburan, tetapi juga di dunia politik. Selamat jalan Adjie.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X