Hanung: Kebangkitan Film Nasional Bukan karena Hollywood

Kompas.com - 19/02/2011, 08:30 WIB
EditorEko Hendrawan Sofyan

JAKARTA, KOMPAS.com -- Gonjang-ganjing seputar penarikan film asing oleh pihak Motion Picture Association (MPA) di sejumlah bioskop Tanah Air disikapi beragam oleh sejumlah masyarakat.

Keluh kesah dan kekesalan masih terus bermunculan. Pihak pemerintah menjadi sasarannya menyusul dikeluarkannya surat edaran dari Ditjen Pajak berdasarkan Kepmen No 3 tanggal 10 Januari 2011 tentang penetapan bea masuk atas hak distribusi film impor.

Buntut dari surat tersebut pihak MPA menghentikan distribusi impor film ke Indonesia terhitung tanggal 17 Februari 2011. Mereka menilai beban biaya yang ditetapkan tidak realistis secara hitung-hitungan ekonomi.   Di situs microblogging Twitter, tak sedikit yang memaki dan mengumpat pihak pemerintah menyusul menghilangnya film-film Hollywood di situs resmi 21 Cineplex terkait munculnya surat edaran tersebut.

Dari sekian banyak komentar miring, sutradara Hanung Bramantyo justru menanggapi positif. Menurutnya, momen tersebut justru harus menjadi pemacu bagi insan film di Tanah Air untuk membuat karya yang jauh lebih baik.

"Yang saya harapkan dari kondisi ini adalah membuat pengusaha bioskop, produser, filmmaker bersinergi untuk membuat film nasional jadi lebih baik," tulis  Hanung lewat akun Twitter-nya.  

Sutradara Ayat-Ayat Cinta (AAC) dan Sang Pencerah itu menyodorkan fakta bahwa kebangkitan film nasional bukan karena film Hollywood. "Kebangkitan film Nasional era Reformasi ditandai TIDAK dengan film Hollywood, tapi Petualangan Sherina," ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa sejak 2002 sampai sekarang penonton terbanyak di Indonesia masih Laskar Pelangi dan AAC. "Bukan film impor," tulisnya lagi.

Sejumlah penikmat film tak menampik hal itu. Namun, apa mau dikata, banyak yang menyesalkan bakal hilangnya film-film Hollywood di bioskop.  Sebab, saat ini mereka menganggap film Indonesia masih dikuasai film-film yang tak berkualitas. "Klo film hollywood ga msk sini lg, masa gw mst ntn 'Arwah Goyang Karawang'" tulis pemilik akun @anisha_dasuki.

"Ya, masa iya tontonan gue dari Harry Potter berubah jadi Arwah Goyang Karawang".  tulis @Delanona.

Hal sama juga diutarakan pemilik akun @rikaparaminda: "Starting life without hollywood movie, well I'll be far more "hemat" mark my word, coz film from my country never attract me, so "sinetron".

    

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X