Pandji Pragiwaksono dan Tompi Saling Cela di Java Jazz

Kompas.com - 05/03/2011, 14:51 WIB
EditorRobert Adhi Kusumaputra

JAKARTA, KOMPAS.com -Sebagai seorang rapper, Pandji Pragiwaksono dikenal cukup provokatif saat tampil di atas panggung. Pada pagelaran hari pertama Java Jazz 2011 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Jumat (4/3/2011) malam tadi, Pandji menyuguhkan sesuatu yang berbeda bersama vokalis bersuara merdu, Tompi.

Saat berbincang dengan Kompas.com, Pandji mengaku harus banyak berimprovisasi ketika tampil di atas panggung Java Jazz Entrance Hall. "Karena salah satu yang identik dengan jazz itu adalah improvisasi," jelas Pandji.

Akhirnya, mantan presenter program acara "Kena Deh" itu melakukan sebuah improvisasi yang awalnya membuat penonton mengernyitkan alis lalu jutru tertawa setelahnya.

Sejumlah improvisasi termasuk saling cela dengan Tompi yang menjadi bintang tamu, sengaja dikeluarkan Pandji untuk memberikan sebuah warna baru di perayaan pesta musik jazz tahunan tersebut. "Tadi juga banyak improvisasi seperti Tompi gua tarik ke atas panggung, terus kami cela-celaan, tapi tetap nyanyi," jelas Pandji.

"Celaan dia tergantung celaan gua sebelumnya, misalnya gua cela dia tingginya di bawah rata-rata, nanti dia gantian bilang kalau gua tinggi tapi dungu," lanjutnya. Pandji mengaku tak pernah secara khusus melatih improvisasi yang dilakukannya bersama Tompi.

"Kami memang sering banget seperti itu, misalnya kalau dia lagi manggung, gua yang ditarik ke panggungnya dia. Atau kalau gua lagi manggung, dia yang gua tarik. Memang enggak pernah dilatih liriknya apa segala macam. Dan tadi penontonnya ketawa," ujarnya.

Terlepas dari itu, Pandji mengaku terhormat bisa manggung di Java Jazz untuk ketiga kalinya. "Bisa manggung malam ini gara-gara acara yang setiap bulan gua bikin pas tahun lalu, namanya Twivate Concert, yaitu konser mini untuk follower Twitter. Salah satu yang nonton saat itu Mbak Dewi Gontha.

Selesai acara Mbak Dewi Gontha bilang, 'Itu tadi bagus banget'. Tapi gua pikir ini cuma basa-basilah," ungkap Pandji yang menyuguhkan Baby Plum, Penasaran, Cerita Cinta (Kahitna), Song For Mama (Boys II Men), I Remember, dan Menoleh dalam pertunjukannya.

Dalam kesempatan itu pula, Pandji yang menggandeng beberapa vokalis lainnya seperti penyiar Trax FM yang juga penyanyi Ikhsan Akbar, Kamga "Tangga", hingga Barry Likumahua Project, juga memberi kesempatan kepada Gamila sang istri untuk unjuk kebolehan.

"Tadi ada beberapa aransemen yang dibuat khusus, di tengah-tengah istri gua, Gamila yang mau keluarin album. Dalam performance gua ada kesempatan tiga lagu buat Gamila," tuntas Pandji. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X