Kisah Lengkap Penangkapan Kangen Band Cs

Kompas.com - 13/03/2011, 09:40 WIB
EditorHeru Margianto

JAKARTA, KOMPAS.com — Badan Narkotika Nasional memeriksa 10 orang yang dibawa dari markas sekaligus rumah dan tempat latihan grup Kangen Band di Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (12/3/2011) dini hari. Dari 10 orang yang dibawa aparat BNN, tiga di antaranya adalah personel Kangen Band.

Di markas grup band itu, petugas BNN menemukan puluhan gram ganja kering yang sebagian sudah dilinting dan tanaman ganja di dalam pot.

Kepala Bagian Humas dan Dokumentasi BNN Sumirat Dwiyanto, yang dihubungi kemarin, membenarkan adanya penangkapan itu. Menurut Sumirat, 10 orang itu ditangkap karena mereka diduga terkait kepemilikan ganja atau pemakaian narkoba itu. Di antara orang yang ditangkap itu terdapat personel Kangen Band, sisanya adalah kru dan tamu grup band tersebut.

Manajer Kangen Band Sujana yang dihubungi Sabtu malam mengakui, tiga personel band mereka dibawa oleh aparat BNN dari tempat latihan Kangen Band di Cibubur, Jakarta Timur. Ketiga personel itu adalah Andika, Izzy, dan Bebe. ”Tetapi, tadi saya dapat kabar, Bebe sudah boleh keluar. Jadi, yang masih diperiksa adalah Andika dan Izzy,” katanya.

Sujana menyatakan, mereka kaget dan terkejut dengan kejadian tersebut karena tempat latihan itu terbuka dan kerap dikunjungi teman-teman Kangen Band. Akibat penangkapan itu, pihak manajemen kini harus menjadwal ulang rencana manggung grup band tersebut.

Pulang manggung

Sebelum ditangkap, Jumat malam lalu, Kangen Band mengisi acara di Bekasi. Seusai manggung, Andika dan beberapa personel Kangen Band serta krunya pulang ke tempat latihan mereka di Cibubur.

Menurut Sujana, Andika dan Izzy tinggal di tempat latihan di Cibubur. Malam itu mereka dikunjungi tamu. Sementara Bebe menyusul ke Cibubur malam itu karena akan menyimpan peralatan band.

Dari informasi penyidik BNN, aparat BNN masuk dan memeriksa base camp grup band itu menyusul informasi dan laporan dari warga yang mencurigai pemakaian narkoba di tempat latihan itu. Namun, saat ditangkap di tempat latihan, mereka tidak sedang mengonsumsi narkoba.

Akan tetapi, aparat BNN mendapati barang bukti berupa bungkusan dan lintingan kertas berisi ganja kering di dalam rumah itu. Berat keseluruhan ganja tersebut diperkirakan mencapai 30 gram. Aparat BNN juga menemukan pohon ganja dalam pot di tempat latihan tersebut.

Menurut Sumirat, ke-10 orang itu dibawa ke BNN untuk mengetahui keterlibatan masing- masing. (COK)

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

    Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

    Budaya
    Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

    Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

    Budaya
    Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

    Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

    Budaya
    Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

    Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

    Budaya
    Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

    Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

    Budaya
    In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

    In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

    Budaya
    Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

    Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

    Budaya
    Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

    Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

    BrandzView
    Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

    Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

    BrandzView
    Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

    Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

    Budaya
    Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

    Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

    Budaya
    Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

    Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

    Budaya
    Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

    Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

    Budaya
    Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

    Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

    Budaya
    Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

    Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

    Budaya
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X