Hantu Plus Sensasi Tubuh

Kompas.com - 13/03/2011, 10:30 WIB
EditorA. Wisnubrata

Mawar Kusuma

KOMPAS.com — Film horor Indonesia tengah ramai diputar di bioskop. Sensasi tubuh masih menjadi suguhan utama, selain tentunya adegan yang dimaksud untuk membuat penonton ”takut”.

Bioskop 21 Slipi Jaya pada Minggu memutar tiga film Indonesia dan semuanya adalah film horor, yaitu Arwah Goyang Jupe Depe, Pocong Ngesot, dan Jenglot Pantai Selatan. Ketiga film horor tersebut pada awal Maret lalu juga diputar di beberapa bioskop lain, seperti di Blok M Square dan Atrium Senen.

Alih-alih dibuat takut, mayoritas penonton justru pulang dengan tertawa cekikikan atau mengomentari tubuh-tubuh seksi yang terus dimunculkan di hampir semua sekuel film. Hantu-hantu seolah hanya menjadi bumbu, sedangkan kemunculan perempuan seksi sebagai menu utamanya.

Film Arwah Goyang Jupe Depe yang sebelumnya diberi judul Arwah Goyang Karawang, misalnya, sarat dengan tontonan tubuh Julia Perez dan Dewi Perssik sebagai pemeran utama. Mereka bergoyang dalam balutan kain supertipis. Termasuk goyang gergaji ala Dewi Persik.

Jurus serupa juga ditampilkan Pocong Ngesot yang menampilkan pesona gadis-gadis belia. Mereka tampil hanya berbalut handuk atau pakaian tidur mini ketika si hantu pocong ngesot tiba-tiba muncul dan membuat gadis-gadis cantik ini lari terbirit-birit.

Lebih sensasional lagi adalah Jenglot Pantai Selatan yang menampilkan puluhan gadis seksi dalam balutan bikini. Lokasi shooting di pantai selatan dengan hamparan luas pasir dan deburan suara ombak menjadikan kehadiran gadis-gadis berbikini ini seolah menjadi wajar. Bisa dikatakan rasa horor dalam film ini hanya 10 persen, sedangkan 90 persen bikini.

Walau belum bisa diandalkan secara kualitas, penonton film horor ternyata cukup antusias. Seorang penonton remaja, Dian (18), mengaku menggemari film horor karena menghibur dan bisa dinikmati bersama rekan-rekannya.

Dalam catatan peneliti film horor Indonesia, Veronica Kusumaryati, jumlah penonton film horor Indonesia sempat mencapai puncaknya pada tahun 2005-2006. Film karya Rizal Mantovani berjudul Kuntilanak pada 2006 bahkan berhasil meraup penonton tertinggi sebanyak 1,5 juta orang. Dengan kata lain, horor itu menghibur.

Membingungkan

Halaman:


komentar di artikel lainnya
Close Ads X