Mahalnya Pernikahan Pangeran William-Kate

Kompas.com - 15/03/2011, 03:22 WIB
Editor

Bagi media dunia, meliput kisah dongeng pernikahan kerajaan yang sebentar lagi digelar di London bukanlah urusan murah.

Organisasi-organisasi media mengalami masalah menurunnya pendapatan. Itu ditambah serangkaian peristiwa berskala besar yang mahal, seperti tumpahan minyak di Teluk Meksiko, bencana petambang di Cile, banjir di Australia, dan kekacauan di Timur Tengah.

Kini saatnya peristiwa besar pernikahan Pangeran William dari Inggris dengan Kate Middleton.

”Ini sebuah peristiwa besar dan membutuhkan sumber daya serta orang,” kata Jeffrey Schneider, Wakil Presiden Senior pada ABC News. Dia menolak mengatakan nilai pengeluaran jaringan televisi itu, tetapi mengatakan bahwa biayanya termasuk peliputan langsung pernikahan pada 29 April 2011 itu dan membayar para koresponden serta para pembawa acara di tempat kejadian.

Biaya media itu juga akan termasuk komentator kerajaan yang dibayar mahal, studio yang khusus dibangun, bandwidth ekstra, panggung untuk fotografer dan kamerawan, penerbangan antarbenua, dan hotel di salah satu kota termahal dunia.

Beberapa jaringan televisi berharap untuk memotong sebagian pengeluaran. Namun, sebagian besar mengatakan peristiwa itu begitu penting sehingga harus menerima pengeluaran besar seperti itu karena besar kemungkinan peristiwa itu akan mendatangkan untung besar. Status pasangan yang melebihi selebriti itu serta daya tarik berita baik membuat peristiwa perkawinan itu menjadi perhatian di internet dan situs jejaring sosial. Ini memberi kesempatan pada media untuk meningkatkan jumlah penonton dan menambah pendapatan.

Sebagian besar media yakin, keinginan untuk tahu akan pernikahan itu akan melebihi perkawinan Pangeran Charles dan Putri Diana tahun 1981, kala belum ada Facebook dan Twitter.

Redaktur Pelaksana MSN Inggris Matt Ball mengatakan, para pemasang iklan mulai menghubungi untuk memesan tempat di situs internet untuk tanggal 29 April ”dalam hitungan detik” begitu tanggal perkawinan diumumkan.

Sebagian besar media menolak mengungkapkan anggaran mereka untuk perkawinan kerajaan itu—sebagian karena perinciannya belum final dan yang lain tidak ingin kelihatan terlalu boros.

Komentator kerajaan, seperti Katie Nicholl, Ingrid Seward, dan Andrew Morton, juga laris. Banyak organisasi media telah menandatangani kontrak menguntungkan dengan para spesialis kerajaan.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X