Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Afgan Dilaporkan ke Polisi dan Disebut seperti Malin Kundang

Kompas.com - 14/06/2011, 14:03 WIB
EditorAti Kamil

JAKARTA, KOMPAS.com — Vokalis bersuara merdu, Afgan Syah Reza (22), mendadak harus berurusan dengan hukum. Perusahaan rekaman WannaB melaporkan pelantun lagu "Sadis" tersebut ke Polres Metro Jakarta Selatan dengan dugaan melakukan wanprestasi.

"Kami melaporkan saudara Afgan atas tindak pelanggaran hukum yang dilakukan oleh saudara Afgan. Selain kami merasa bahwa dia seperti Malin Kundang, dia juga melakukan serangkaian kebohongan yang menimbulkan kerugian terhadap pihak WannaB," ungkap kuasa hukum WannaB, Togar Manahan Nero, di Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa (14/6/2011).

Sebelumnya, lanjut Togar, Afgan dianggap menyalahi aturan kontrak yang disepakatinya bersama WannaB. Dalam kontrak tersebut ada dua opsi yang bisa dipilih dan disepakati oleh Afgan bersama WannaB. Opsi pertama, setelah kontrak selesai pada 2009, Afgan dan WannaB bisa membuat kontrak baru sesuai usulan yang diajukan oleh sang penyanyi yang kini merapat ke label rekaman lain. "Opsi itu seharusnya diberikan Afgan kepada WannaB setelah kontrak yang pertama selesai. Nanti, opsi itu dipelajari dulu oleh WannaB. Setelah itu, baru terserah Afgan mau bertahan atau tidak. Namun, kenyataannya, Afgan tidak pernah memberikan opsi itu," papar Togar.

Karena opsi perpanjangan kontrak yang ditunggu tak kunjung diajukan oleh Afgan, akhirnya pihak WannaB mencoba opsi lain yang akhirnya disepakati bersama pada 18 April 2011. "Setelah kontrak itu habis, hak opsi ada pada WannaB. Kami berusaha minta penyelesaian untuk membuat kontrak baru. Afgan bersedia menyanyikan dua lagu dan kompilasi lagu-lagu lama," ucap Togar lagi.

Namun, sambung Togar, lagi-lagi Afgan tak mengindahkan kesepakatan tersebut. "Namun, dua lagu yang disiapkan tidak dinyanyikannya. Alasannya tidak jelas. Alasannya, lagu itu tidak cocok. Padahal, arranger-nya yang dari dulu membuatkan lagu untuk dia," ujar Togar lagi.

Oleh karena itu pula, pihak WannaB mengibaratkan Afgan sebagai Malin Kundang. "Dulu, dia belum ada apa-apanya. WannaB mengeluarkan biaya sangat besar untuk promosi, mencarikan lagu yang bagus. Kami merasa dia seperti Malin Kundang," ucap Togar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+