"Langit Biru": Yang Jahat Tak Selalu Jahat

Kompas.com - 17/07/2011, 17:21 WIB
EditorAti Kamil

JAKARTA, KOMPAS.com -- Bosan dengan film-film bertema sama di gedung bioskop? Sebuah film baru, film musikal untuk keluarga, Langit Biru, mungkin bisa menjadi pilihan lain untuk ditonton.

Langit Biru mengangkat isu kritis dalam kehidupan remaja, termasuk isu bullying (kekerasan fisik dan psikologis), dengan segar dan mudah dipahami. "Apa pun. Apa pun dalam kehidupan remaja dibahas dalam film ini. Pergaulan mereka ketika di sekolah, termasuk bullying terhadap anak," terang Hanna Carol, pencetus ide cerita sekaligus produser eksekutif film tersebut.

Film produksi Blue Caterpillar Films dan Kalyana Shira Films itu berkisah tentang  tiga anak berusia belasan dan persahabatan mereka. Mereka adalah Biru, Tomtim, dan Amanda.

Tomtim, laki-laki, baik, sopan, dan disenangi semua orang. Namun, ia memiliki sindrom Attention Deficit Disorder (ADD), yang menyebabkannya tak fokus menyelesaikan sesuatu apalagi ketika perhatiannya teralihkan. Tomtim menjadi sasaran empuk bullying di sekolahnya, tapi selalu dibela dua perempuan teman setianya, Biru dan Amanda.

Biru, gadis cantik tomboi yang setia kawan. Ia ditinggalkan oleh ibunya sejak berumur tujuh tahun dan memiliki ayah pilot yang selalu berjarak dengannya karena kesibukan kerja luar biasa. Biru selalu rindu kepada ibunya, sampai-sampai menjadi trauma dengan menyingkirkan benda-benda yang bisa mengingatkannya kepada sang bunda.

Berbeda dengan Biru, Amanda perempuan feminim. Sifatnya yang lembut dan sabar menjadi penengah jika Biru dengan Tomtim bertengkar. Amanda memiliki adik bernama Brandon, jago tari.

Di seberang mereka ada geng pelaku bullying, yang terdiri dari pemimpinnya, Bruno, beserta teman-temannya, Jason, Erlangga, dan Samuel. Film tak mengondisikan dikotomi geng baik (si Biru) dan geng jahat (Bruno) sepenuhnya. Bruno memiliki kasih sayang luar biasa kepada adiknya, Holly, yang menderita down syndrom. Ayah Bruno telah lama meninggal, sedangkan ibunya seorang perempuan karier tangguh dan pekerja keras. Bruno juga diam-diam tertarik kepada tari hip-hop.

Begitu-begitu, Jason juga baik hati dan setia kawan. Dirinya pun sebenarnya memendam rasa kepada Amanda, yang berbeda suku-bangsa. Sementara itu, Erlangga suka nyeletuk dan ikut-ikutan. Tak selamanya jahat selalu jahat, baik selalu baik.

Film yang naskahnya ditulis oleh Melissa Karim Tampubolon dan disutradarai oleh Lasya F Sutanto itu tampaknya hendak menyuarakan Say No to Bullying, sebuah tanggapan kontra sekaligus pendekatan berbeda terhadap maraknya kasus bullying atas anak. "Ide ceritanya dari saya. Kemudian saya berunding dengan Mbak Nia Dinata (produser), dapat masukan lagi. Lalu, bersama Melissa dan bertemu lagi dengan Lasya. Film berangkat dari keseharian, pesan akan disampaikan dengan kesan tak menggurui. Cast anak-anaknya pun terjadi mengalir," terang Hanna lagi.

Pendalaman karakter anak-anak dalam kehidupan keluarganya diusahakan untuk menjadi pencerahan dari film itu untuk memahami maraknya kasus bullying terhadap anak dan remaja. "Unsur persahabatan, kemanusiaan, dan kekuatan cinta keluarga, dipaparkan dalam bentuk yang mudah dicerna, berbalut drama dan musikal," tulis Hanna dalam keterangan persnya.

Film tersebut direncanakan akan diluncurkan pada pertengahan November 2011. "Mulai besok (Sabtu, 16/7/2011) ini syutingnya dimulai," kata Hanna, yang juga penulis seri buku tentang parenting A Box of Chocolates.

Dari Anissa Pinandita (Biru), Jeje Soekarni (Tomtim), Beby Natalie (Amanda), Cody McClendon (Bruno), Patton Ottlivio (Jason), Jonathan Prasetyo (Erlangga), dan Samuel Nathanael Carol (Samuel), hingga Ari Wibowo (ayah Biru) dan Donna Harun (ibu Tomtim) ambil bagian dalam film tersebut. Film berdurasi 90 menit itu juga menjanjikan musik dan koreografi menarik. Untuk itu, dilibatkan Yosi Mokallu (Project Pop), Saykoji, Jflow, Bella Prasetyo, dan balerina Adella Fauzi.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terpopuler

komentar di artikel lainnya
Close Ads X