Nirina Bikin Penumpang Kereta Heran

Kompas.com - 12/08/2011, 18:03 WIB
EditorAti Kamil

JAKARTA, KOMPAS.COM – Aktris sekaligus pembawa acara Nirina Zubir (31)  memiliki cerita unik dari masa kecilnya berpuasa di negeri orang.

Sewaktu masih duduk di bangku SMP, Nirina tetap berpuasa dalam perjalanan dengan kereta dari Hongkong ke Beijing untuk bertemu dengan orangtuanya, di tengah banyak orang lain yang tak berpuasa. Dalam kereta itu, kenang Nirina, rupanya ada seseorang yang memerhatikannya tidak makan dan minum, sementara banyak orang lain tidak berpuasa. Orang itu ternyata heran dan kemudian mencari tahu dari Nirina.

"Orang itu bertanya mengapa aku tidak makan atau minum selama di kereta. Ketika aku jawab karena sedang puasa, ia lantas bingung dan bertanya apa itu puasa? Ketika aku menjelaskan bahwa puasa itu tidak makan dan minum juga menahan amarah dari mulai terbitnya hingga terbenamnya matahari, kemudian ia bertanya, 'Apa kamu tidak mati kalau harus seperti itu?' Kemuadian aku hanya tertawa dan berusaha menjelaskan bahwa itu merupakan bentuk ibadah yang dilakukan kepercayaan yang aku anut, yaitu Islam, karena banyaknya kepercayaan di sana (Beijing)," kisah Nirina.

Menurut perempuan kelahiran Antananarivo, Madagaskar, 12 Maret 1980, ini berpuasa di luar negeri berbeda dengan di negeri sendiri. Ia sering berpuasa di negara-negara dengan waktu berpuasa lebih panjang, bahkan sampai 16 jam. Ia pun kerap harus berpuasa di tengah banyak orang yang tak berpauas di negeri orang. Namun, ia bersyukur, di sana teman-temannya ketika itu menghargai bahwa ia sedang berpuasa. "Dulu, waktu masih sekolah, pas jam makan, semua langsung menghilang. Mereka sembunyi dan tidak makan di depanku. Memang maksud mereka baik, tapi aku juga bilang enggak apa-apa kalau mereka mau makan ataupun minum di depanku, karena itu merupakan salah satu cobaan berpuasa. Jadi, ya enggak masalah, I can manage!" cerita Nirina lagi.

Tak seperti banyak orangtua lain, ungkap istri dari gitaris Cokelat Ernest Fardiyan Sjarif dan ibu dari Zivara Ruciragati Sjarif ini, orangtuanya tidak pernah mengiming-iminginya dengan hadiah jika ia berpuasa, karena hal tersebut merupakan kewajiaban baginya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X