Di Ancol, Vokalis Paramore Berblangkon Batik

Kompas.com - 20/08/2011, 07:59 WIB
EditorAti Kamil

JAKARTA, KOMPAS.com -- Di panggung Paramore Live in Concert di Pantai Karnaval, Ancol, Jakarta, Jumat (19/8/2011) malam, Hayley Williams, vokalis grup rock AS Paramore, menunjukkan ketertarikannya terhadap batik. Perempuan berambut merah itu mengenakan blangkon bermotif batik ketika menyanyikan "Crushcrushcrush". Para penonton pun menyambut hangat aksinya itu.

Sebelum tampil di Lotus Pond, Garuda Wisnu Kencana, Jimbaran, Bali, Rabu malam lalu (17/8/2011), bahkan sebelum datang ke Indonesia, melalui promotor konser mereka di Bali dan Jakarta, ShowMaxx Entertainment, Williams memang telah mengungkapkan bahwa ia ingin berburu batik di Indonesia. Rupanya, keinginannya itu terwujud.

Namun, tanpa blangkon batik pun, Williams bersama Taylor York (gitar) dan Jeremy Davis (bas) sebenarnya sudah berhasil membuat para penonton yang berjumlah kira-kira 8.000 turut menyanyi dan berjingkrak sejak pukul 21.30 WIB atau sedari mereka membawakan "Ignorance" dan "Feeling Sorry" , yang diramu dengan intro ketukan drum tiga per empat.

"Jakarta, Indonesia, kami di sini sekarang. Anda terlihat hebat dan cantik malam ini. Ini mimpi yang terwujud. Mungkin anda harus kami beritahu bahwa kami adalah Paramore," seru Williams usai menyuguhkan kedua lagu tersebut.

Selanjutnya, dingin angin laut di Pantai Karnaval, Ancol, tak lagi terasa begitu Paramore membakar para penonton dengan "That's What You Get", "Emergency", "Playing God", dan "Decode" (soundtrack film  Twilight).

"Hei dengarkan, anda dan kami akan bersenang-senang untuk memanfaatkan waktu yang sudah lama terbuang, karena kami sudah terlalu lama untuk bisa sampai di sini," seru Williams lagi.

Suasana pun semakin hangat ketika mereka menyajikan musik akustik, sesudah sejenak meninggalkan panggung. "Jangan khawatir, saya belum ke mana-mana, masih ada sesi akustikan," kata Williams, yang menyanyikan "When It Rains", "Where The Lines Overlap", dan "Misguided Ghost" dengan musik akustik.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selanjutnya Davis dan York kembali membuat para penonton meloncat menikmati distorsi gitar lagu-lagu baru. "Anda mau dengar yang baru?" tanya Williams. "Monster... Monster... Monster...," seru para penonton. "Ini dia 'Monster'," jawab Williams.

Berikutnya, Williams mencoba untuk lebih dekat dengan para penggemar Paramore. "Semoga anda belum bosan menyaksikan kami. Sudah kah anda menonton konser Paramore sebelumnya? Bagi yang belum, selamat datang di keluarga kami. Setelah anda masuk ke dalam keluarga kami, anda tidak bisa keluar. Kami akan mencari anda sekali pun bersembunyi di rumah ibu dan nenek anda," ujar Williams dengan canda, sebelum "Preassure", "Looking Up", "The Only Exeption", dan "Brick by Boring Brick" diestafetkan oleh Paramore.

Tak terasa, 18 lagu sudah dilepas oleh Williams dan kawan-kawan. Sebagai pemungkas, Williams sengaja mengundang tiga penonton untuk naik ke atas panggung pada lagu terakhir, "Misery Business". "Tinggal satu lagi lagu, karena teman saya sibuk dengan bisnisnya. Jakarta, kami mencintai anda dan kami, Paramore, akan kembali lagi asalkan kalian menjaga Indonesia," tutup Williams.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X