"Mestakung", Pelajaran dari Bocah Asal Pamekasan

Kompas.com - 19/10/2011, 15:19 WIB
EditorEko Hendrawan Sofyan

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah menyuguhkan film Denias, Senandung di Atas Awan, sutradara John De Rantau kembali menghadirkan karya film terbarunya. Seperti halnya film sebelumnya, film teranyar yang diberi judul Semesta Mendukung (Mestakung), memberi muatan pendidikan bagi penontonnya.

Film yang diproduksi Mizan Production dan Falcon Picture ini, mengangkat tentang kuatnya persahabatan, kecintaan pada ilmu fisika juga sarat akan arti sebuah keluarga.

Mestakung terinspirasi dari gemilangnya putra-putri Indonesia dalam meraih prestasi dan mengharumkan nama bangsa di dunia internasional lewat olimpiade sains.

Adalah Muhammad Arief (Sayef Muhammad Billah) anak dari Pamekasan Madura yang terus berjuang untuk meraih jawara dalam olimpiade fisika. Dia berusaha memenangkan uang dari olimpiade tersebut untuk mencari ibunya, Salmah (Helmalia Putri). Sang ibu pergi ke Singapura karena tak tahan dengan kelakuan suaminya, Muslat (Lukman Sardi), yang doyan berjudi.

Hasrat Arief untuk menggapai mimpinya dilirik Tari (Revalina S Temat), guru fisika yang melihat bakat dan kesungguhannya. Arief juga mendapat dukungan dari Tio Yohannes (Ferry Salim) dan Deborah Sinaga (Febby Febiola) yang memberikan bantuan kepada Arief saat berada di Jakarta.  Tak lupa peran inspiratif seorang tukang ketoprak, yang dimainkan oleh Indro Warkop.

Melihat tema dan pesan yang diusung dalam film Mesatkung, para pemain mengaku tak sabar melihat reaksi penonton setelah menyaksikan film ini nantinya. Mereka yakin akan mendapat sambutan yang baik.

"Film ini bukan hanya tontonan, tapi juga tuntunan. Banyak ilmu fisika praktis yang secara tidak langsung diajarkan kepada penonton," ujar Indro saat ditemui usai pemutaran film perdana Mestakung di Jakarta, Selasa (18/10/2011) malam.

Selain deretan bintang-bintang di atas,  peraih Piala Citra 2010, Laura Basuki, Dinda Hauw, dan Sujiwo Tejo, juga turut memperkuat film ini.

Seperti apa lengkapnya film Mestakung, publik bisa menyaksikannya pada Kamis, 20 Oktober mendatang.  



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X