Kompas.com - 20/10/2011, 05:16 WIB
EditorJodhi Yudono

JAKARTA, KOMPAS.com--Menjelang pukul 3 dini hari pada Kamis (20/10), beberapa kawan musisi Yockie Suryo Prayogo dikejutkan oleh tulisan musisi itu di dinding facebook miliknya.

Melalui tulisan tersebut, selain karena alasan etika bahwa selama ini lagu-lagu karyanya masih kerap dibawakan oleh Godbless tanpa minta izin, Yocky juga menguak alasan hengkangnya dari kelompok rock tertua di Indonesia itu.

Inilah tulisan tersebut:

"Yang saya sebut sebagai masyarakat sakit adalah masyarakat yang iRASIONAL, setia merawat ilusi & halusinasinya ... satu contoh soal Godbless: saya menjadi bagian dari kelompok musik tsb karena produk/karya yg mampu saya hasilkan pada tahun 1988 hingga 2003'an . Motto yg menjadi pedoman bagi hidup saya: seniman hidup dari KARYA bukan dari kenangan yang ada di masa silam

Saya hengkang dari kelompok ...tersebut bukan karena 'perdebatan ego' seperti yang selama ini disebar-luaskan dan di gembar-gemborkan , itu semua hanya untuk membungkus dan menutupi isu yang sebenarnya terjadi. Namun , saya disudutkan pada posisi hingga tidak punya pilihan unt harus mengundurkan diri , demi membela kepentingan / nama baik seorang penyanyi yang menjadi IKON atau merek dagang , nama besar dikelompok musik tersebut.

Clash secara FISIK yang terjadi diantara kami adalah karena si PARNO [alias: paranoid] akibat kecanduan yang saat itu membuat ybs kalap ketika saya KRITISI dan mengeluarkan kata2 KOTOR hingga mata gelap yg diakhiri dengan mengeluarkan juga sepucuk senjata genggam untuk digunakan membidik saya. Berbagai cara untuk memutar balikkan fakta dilakukan untuk menutupi peristiwa AIB tsb , hingga sampai pada titik jenuhnya ketika saya memberikan STATEMENT di Liputan 6 SCTV , ketika semua pihak saat itu tak bisa lagi mengelak ... menyaksikan ybs melenggang digelandang / diborgol polisi.

Masyarakat yang sakit adalah masyarakat yang tidak mau peduli pada KEADILAN dan KEBENARAN sesungguhnya , jika kebenaran dan keadilan itu menghancurkan MIMPI2 seperti mimpi ngelindur dalam memuja bintang2 pujaan serta idola2nya yang absurd. Kini , setelah sekian tahun peristiwa sengketa tersebut berselang ... masih saja mereka tanpa rasa malu menggunakan karya lagu2 ciptaan saya untuk mencari nafkah dan mendulang ketenaran duniawi , tanpa permisi atau tanpa ada sepatah katapun."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

[Perilaku "maling kelas teri bandit kelas coro" itu kan tong sampah.]

Menurut Yockie, apa yang dia ungkap bukanlah semata urusan materi dan popularitas "Yang mengganggu sampai detik ini ... namun HATINURANI dan MARTABAT serta harga diri yang menyayat sampai ke ulu hati," tulis Yockie menanggapi komentar seorang kawan.

Seperti diketahui oleh para pemuja Godbless, selain produkstif mencipta, lagu-lagu karya Yockie rata-rata memang populer. Di album "Semut Hitam" misalnya, lagu "Kehidupan" menjadi semacam lagu wajib ketika orang mengenang Godbless, di samping lagu "Semut Hitam" yang dibikin Yockie bersama Donny Fatah. Selain dua lagu tersebut, Yockie juga menulis beberapa lagu lainnya seperti "Damai yang Hilang" bersama Iwan Fals. "Orang dalam Kaca" bersama Iwan Fals, "Suara Kita", Badut-badut Jakarta (bersama Ian dan Dony Fatah).

Halaman:
Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.