Kompas.com - 20/10/2011, 18:27 WIB
EditorAti Kamil

JAKARTA, KOMPAS.com -- Pemain keyboard, pencipta lagu, aranjer, dan produser musik Yockie Suryo Prayogo melalui wall akun Facebook-nya pada Kamis (20/10/2011) dini hari telah mengutarakan--antara lain--keberatannya karena, tanpa sepengetahuan dan seizinnya, lagu-lagu ciptaannya masih dibawakan oleh God Bless dalam pertunjukan mereka, walaupun ia sudah tidak lagi menjadi personel grup tersebut sejak 2003. Ian Antono, gitaris God Bless, menanggapinya keberatan Yockie itu dalam wawancara oleh Kompas.com

Ian mengatakan bahwa keberatan Yockie merupakan sesuatu yang wajar. Ian mengatakan pula, ia dan rekan-rekan God Bless-nya tak bermaksud menyakiti Yockie dengan masih menyuguhkan lagu-lagu karya Yockie, yang bergabung dengan God Bless pada 1998-2003.

"Kalau dibilang masih mengandalkan lagu-lagu lama (termasuk ciptaan Yockie), itu hanya karena permintaan panitia saja," kata Ian ketika diwawancara oleh Kompas.com melalui telepon rumahnya, Kamis (20/10/2011). "Kami kasih daftar lagu kami, terus mereka yang memilih. Kebetulan, 'Menjilat Matahari' dan 'Kehidupan' (karya Yockie) juga dipilih panitia (penyelenggara pertunjukan)," kata Ian. "Tapi, belum ada tuh peraturan yang melarang lagu-lagu ciptaan dipergelarkan di panggung. Memang, kalau untuk direkam, itu enggak boleh," sambungnya.

Masih kata Ian, ia sekaligus mewakili Achmad Albar (vokal), Donny Fattah Gagola (bas), Yaya Muktio (drum), dan Abadi Soesman (keyboard), tak memasalahkan keberatan Yockie tersebut. "Kami sih enggak masalah kalau Mas Yockie keberatan, kami tidak akan menyanyikannya. Tapi, yang minta (lagu-lagu itu) dinyanyikan kan masih banyak," kata Ian.

Selain itu, menurut Ian, kalau dalam sebuah band para personelnya biasa menggarap sebuah lagu secara bersama, mereka menjadi sulit menentukan siapa pencipta tunggal lagu itu. "Itu dia repotnya. Kalau dalam grup itu aransemen sudah bercampur, ada juga yang menyumbang beberapa lirik, sampai sekarang masih susah mencari siapa yang 100 persen mencipta lagu. Mas Donny (Fattah Gagola) sudah mengurus itu. Kebetulan kan dia yang mencipta bareng (Yockie)," jelas Ian.

Berbeda dengan hal di atas, kata Ian, untuk merekam kembali lagu-lagu ciptaan Yockie, God Bless selalu meminta izin kepada Yockie. Mereka melakukannya jauh-jauh hari sebelum Yockie mengungkapkan keberatannya melalui wall akun Facebook-nya. "Makanya, saya selalu minta izin sama Yockie untuk merekam lagu 'Kehidupan' dan 'Menjilat Matahari'. Tapi, selalu enggak dapat izin. Sedangkan sama Iwan Fals, Sawung Jabo, dan Eet Sjahranie sudah enggak masalah, hanya mentok di Yockie," kata Ian lagi.

Tanpa izin dari Yockie, God Bless akhirnya mengalah dengan tak melakukan re-package lagu-lagu tersebut. "Karena tidak dapat izin dari Yockie, akhirnya batal direkam, jadi lah mundur albumnya. Padahal, permintaan dari luar untuk merekam 'Kehidupan' sudah banyak. Cuma, ya tadi itu, izin dari Yockie tidak ada," beber Ian.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lantaran tak mau terbentur oleh persoalan izin dari Yockie, God Bless memilih mencipta lagu-lagu baru untuk mereka rekam. "Kami sudah banyak lagu baru, salah satunya 'Dunia Gila'," terang Ian.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.