Piyu "PADI": Boyband Tak Punya Masa Depan

Kompas.com - 15/03/2012, 19:08 WIB
EditorAti Kamil

JAKARTA, KOMPAS.com — Gitaris grup PADI yang juga pencipta lagu sekaligus produser musik, Satriyo Yudi Wahono atau Piyu, melihat bahwa boyband dan girlband tak akan berumur panjang.

"Aku bilang, boyband tidak punya masa depan. Mereka hanya pengekor, kebanyakan masih lipsync, dan hanya mengandalkan dance. Tapi, bukannya saya enggak suka boyband. Saya suka kok sama NSYNC, Backstreet Boys. Tapi, boyband kebanyakan masih lipsync. Boyband kayak gitu harus diberi pelajaran," ujar Piyu dalam wawancara di Studio Gaharu, Cipete, Jakarta Selatan, Kamis (15/3/2012).

Piyu bukan tanpa alasan melontarkan kritik itu. Beberapa syarat untuk menjadi artis musik yang akan bertahan lama, menurut Piyu, belum semuanya dipenuhi oleh boyband dan girlband Indonesia. "Boyband dan girlband itu fenomena yang akan diseleksi. Syarat artis musik bisa bertahan lama itu punya good performance, good skill. Jangan sampai, baru terkenal sudah enggak mau diwawancara dan sudah mulai telat latihan. Perlu juga dipertanyakan, apakah mereka mencipta lagu sendiri. Nah, variabel-variabel ini yang harus diperhatikan," ujar Piyu lagi.

Kalaupun kini PADI sedang vakum, bagi Piyu bukan berarti PADI—Piyu, Fadli (vokal), Ari (gitar), Rindra (bas), dan Yoyok (drum)—telah tersingkir dari industri musik dalam negeri akibat menjamurnya boyband dan girlband. "Saya masih ada karya, tapi nanti, tunggu dululah, sampai ada waktu yang tepat. Kalau tujuannya hanya menyaingi boyband dan girlband, itu bukan alasan yang tepat. Kalau dibilang saya takut, ya saya takut dari sisi bisnisnya. Ini kan investasi yang besar, bisa lebih dari ratusan juta. Ini bukan salah pembelinya, melainkan industrinya yang belum bisa memperbaiki law enforcement setelah RBT terpukul dan pembajakan yang semakin marak," ungkap Piyu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.