Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 16/05/2012, 16:46 WIB
Penulis Sandro Gatra
|
EditorAloysius Gonsaga Angi Ebo

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Benny K Harman mengkritik sikap Kepolisian yang tidak memberi rekomendasi atas konser Lady Gaga yang hendak digelar pada 3 Juni 2012. Menurut Benny, sikap Kepolisian itu tidak masuk akal.

Benny membandingkan sikap Kepolisian itu dengan sikap menutup mata atas praktik prostitusi selama ini. Benny menyebut masih banyaknya pekerja seks asal Asia Tengah yang masuk ke Indonesia. Begitu pula dengan praktik judi.

"Orang Uzbeskistan yang jadi PSK dibuka selebar-lebarnya, sedangkan kelompok musik dunia yang hendak mengekspresikan kehebatan dan kecanggihan budayanya tidak diperbolehkan. Aneh ini. Institusi Kepolisian masih menggunakan pendekatan moralistik tetapi sarat dengan inkonsistensi," kata Benny di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (16/5/2012).

Sebelumnya, Polda Metro Jaya tak memberi rekomendasi lantaran banyak pihak memberikan masukan agar melarang konser itu karena penampilan Lady Gaga dinilai tidak sesuai dengan budaya dan moral bangsa Indonesia.

Polda Metro menyebut penampilan Lady Gaga dalam konser-konser sebelumnya memperlihatkan aurat dan gerakan-gerakan erotis. Hal itu bertentangan dengan moral dan budaya bangsa Indonesia.

Benny mengatakan, Kepolisian tidak boleh tunduk terhadap desakan organisasi masyarakat, salah satunya Front Pembela Islam (FPI). Seperti diketahui, FPI menolak keras Lady Gaga datang ke Indonesia. Bahkan, FPI bakal mencegat penyanyi lagu "Alejandro" itu di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng.

"Masa Polri melarang hanya (karena) tekanan FPI? Kalau betul larangan itu karena FPI, sejak kapan institusi Kepolisian tunduk kepada FPI. Kalau Kepolisian tidak mampu menghadapi FPI, saya minta Kepolisian 'lempar handuk'," pungkas politisi Partai Demokrat itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+