"Lewat Djam Malam" Dapat Sambutan Baik di Cannes

Kompas.com - 18/05/2012, 09:09 WIB
EditorAti Kamil

CANNES, KOMPAS.com -- "Film yang kaya dengan permainan emosi," itu penilaian yang dilontarkan oleh sejumlah pengamat film dan penonton setelah menonton Lewat Djam Malam, film karya besar Umar Ismail, salah satu sineas legendaris Indonesia yang telah tiada, dalam Festival Film Cannes 2012, Kamis (17/5/2012) sore waktu setempat di ruang Bunuel, Palais des Festival, Cannes, Perancis.
 
Lewat Djam Malam terpilih diputar dalam kategori film klasik pada festival tersebut. Film itu menyedot perhatian mereka yang hadir di sana, yang berasal dari berbagai negara.

Mereka memiliki beberapa alasan untuk menonton film itu. Pertama, film tersebut merupakan karya besar yang telah rusak dan berhasil direstorasi sehingga layak ditonton lagi. Kedua, mereka penasaran mengenai dunia film Indonesia pada era 1950-an, karena mereka belum mengetahui bahwa Indonesia sudah mampu menghasilkan film-film bermutu sejak lama. Ketiga, mereka memang pecinta film hitam putih klasik.
 
Salah satu orang penting dalam Festival Film Cannes 2012 yang menonton film itu adalah Alexander Payne. Ia sutradara dari AS yang jadi anggota dewan juri untuk kompetisi film feature dalam festival tersebut. Ia juga pernah jadi ketua dewan juri untuk kategori Un Certain Regard dalam Festival Film Cannes 2005.

Sore itu Payne memilih menonton film tersebut, bukan film-film lain yang diputar dalam waktu yang sama. Ketika ditanya mengenai tanggapannya sesudah menonton film itu, ia menjawab singkat, "Saya telah tepat memilih sajian bermutu dan penuh emosi ini."

Pihak National Museum of Singapore (NMS), yang bersama World Cinema Foundation membiayai restorasi film tersebut, di hadapan mereka yang hadir untuk menonton film itu, menyatakan bahwa mereka bangga bisa merestorasi film tersebut, karena film itu merupakan karya besar yang layak dipertontonkan kembali kepada kalangan pecinta film dan juga sebagai peninggalan seni berharga bagi dunia perfilman, baik bagi Indonesia maupun internasional.

Lewat Djam Malam, yang diproduksi pada 1954, mulai Agustus 2011 direstorasi di laboratorium L’Immagine Ritrovata, Bologna, Italia. Film tersebut merupakan satu-satunya film Indonesia yang direstorasi penuh. Master film itu sebelumnya tersimpan dan kondisinya rusak di Pusat Dokumentasi dan Informasi Perfilman Indonesia (Sinematek), Jakarta.

Restorasi film karya Bapak Perfilman Indonesia itu merupakan bagian dari usaha NMS untuk melestarikan warisan sinema Asia Tenggara. Untuk memilih film tersebut, NMS bekerja sama dengan Yayasan Konfiden, salah satu organisasi nirlaba yang bergerak di bidang perfilman di Indonesia, dan Kineforum Dewan Kesenian Jakarta. (Dini Kusmana Massabuau)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.