Jon Lord, Legenda dari Deep Purple, Telah Tiada

Kompas.com - 17/07/2012, 11:05 WIB
EditorAti Kamil

LONDON, KOMPAS.com — Jon Lord, salah satu pembentuk Deep Purple pada 1968 dan mantan pemain keyboard band rock legendaris tersebut, telah meninggal dunia di London Clinic, London, Inggris, pada Senin (16/7/2012) waktu setempat, dalam usia 71 tahun.

Lord menderita kanker pankreas. Ia mendapat perawatan medis sejak Agustus 2011. Menurut pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh pihak keluarganya, ia mengembuskan napas terakhirnya di tengah keluarganya.

Dalam Deep Purple, Lord juga ikut mencipta banyak hit grup itu, tak terkecuali "Smoke on the Water". Di luar band tersebut, ia bermain dengan grup-grup rock lain, termasuk Whitesnake.

Dalam bermusik, pemilik nama asli Jonathan Douglas ini mendapat pengaruh musik klasik, blues, dan jazz, tetapi memainkan organ Hammond dengan gaya rock dan turut berperan menjadikan Deep Purple pelopor rock progresif dan heavy rock.

Penghormatan terhadap sang mendiang telah diberikan oleh sejumlah pemusik dunia, termasuk Joe Satriani, Iron Maiden, dan Anthrax. Mantan personel Rage Against the Machine, Tom Morello, menulis pada akun Twitter-nya, "RIP the great Jon Lord, Deep Purple's cornerstone/keyboardist. So many great great songs and that incredible SOUND of his! Thankyou."

Mantan pemain keyboard band legendaris Yes, Rick Wakeman, seorang teman Lord, mengatakan bahwa ia merupakan salah seorang penggemar berat Lord. "Kami sempat akan mencipta lagu dan merekam sebuah album sebelum ia sakit," ucap Wakeman. "Kontribusinya tak terkira pada musik dan classic rock, dan saya akan sangat merindukannya," sambungnya.

Lahir di Leicester, Inggris, 9 Juni 1941, Lord belajar bermain piano klasik pada usia dini hingga sebelum ia tergoda oleh bintang rock n' roll tempo dulu, Jerry Lee Lewis, dan pemain organ jazz, Jimmy Smith. Sebetulnya, ia pernah mendapat beasiswa sekolah drama sehingga bisa saja berkarier sebagai aktor. Namun, ketika itu, ia memilih mulai bermain dalam band-band pub, termasuk dengan Ronnie Wood, yang kemudian menjadi personel grup legendaris The Rolling Stones, dan kakaknya, Art.

Sesudah bertemu dengan gitaris Ritchie Blackmore melalui sebuah proyek musik, Lord dan Blackmore melahirkan sebuah band cikal-bakal Deep Purple.

Pengaruh klasik Lord muncul ketika ia mencipta komposisi "Concerto for Group and Orchestra". Untuk komposisi tersebut, Deep Purple tampil bersama The Royal Philharmonic Orchestra di The Royal Albert Hall, London, pada 1969.

Namun, Deep Purple menghaluskan sound heavy rock mereka dan mencetak keberhasilan secara luas pada awal 1970-an dengan album-abum mereka, termasuk Deep Purple in Rock dan Machine Head.

Lord terus membuat karya-karya klasikal di samping lagu-lagu Deep Purple dan, ketika para personel band tersebut berpisah pada 1976, ia bergabung dengan grup-grup lain, yaitu Whitesnake dan Paice, Ashton and Lord.

Deep Purple dibentuk kembali pada 1984. Mereka meraih lagi masa jaya dilihat dari sisi komersial dengan bermusik bagi puluhan ribu penggemar mereka di seluruh dunia. Mereka mencetak angka penjualan 150 juta copy dari album-album mereka. Lord bertahan dalam grup tersebut di tengah sejumlah pergantian personel hingga ia meninggalkan band itu pada 2002.

Lepas dari Deep Purple, Lord masih mencipta komposisi. Ia menandatangani kontrak dengan sebuah label musik klasikal dan tampil dalam sebuah konser yang menandai 30 tahun "Concerto for Group and Orchestra". "Tiga puluh tahun kemudian, karya itu kembali dan mengubah hidup saya lagi... Itu memberi saya keberanian untuk melangkah keluar dan mengukir karier sendiri di luar band," tutur Lord kepada seorang pewawancara.

Lord menyampaikan kabar melalui situsnya tahun lalu bahwa ia didiagnosis menderita kanker. Kepada para penggemarnya, ia mengatakan akan terus mencipta musik sebagai bagian dari terapinya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.