Andrea Hirata: "Laskar Pelangi" Bukan File Dokumenter

Kompas.com - 11/09/2012, 11:53 WIB
EditorAti Kamil

JAKARTA, KOMPAS.com -- Sekalipun terinspirasi dari kisah nyata yang dialaminya sendiri, novelis Andrea Hirata (39) menegaskan bahwa novel tetralogi Laskar Pelangi sama sekali bukan merupakan file dokumenter, apalagi buku biografi.

"Walaupun kisah dalam buku itu berangkat dari kisah pribadi saya sendiri, tetralogi Laskar Pelangi tetap saja merupakan novel. Dalam kisah tersebut, banyak peristiwa saya dramatisasi, ada hal kecil yang saya besar-besarkan, dan ada hal besar yang saya kecilkan maknanya," ujarnya di hadapan para penggemarnya dalam talk show di Kota Magelang, Jawa Tengah, akhir pekan lalu.

Namun, dalam buku itu ada cerita yang sama sekali tidak dia ubah, yaitu kisah tentang Muslimah, guru SD-nya di Belitong, yang gigih memperjuangkan pendidikan dan masa depan yang lebih baik untuk semua anak didiknya. Andrea mengaku, dia sangat mengagumi orang-orang yang menerjuni profesi guru dengan tulus seperti Muslimah.

"Hanya orang-orang terpilih sajalah yang benar-benar bisa menjalankan profesi guru dengan baik," ujarnya. (EGI)

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X